Ceps ibo Blog

Selamat Datang Bro…

Perbedaan antara jantan dan betina

  • Pada jantan terdapat scrotum diluar tubuh yang disebut ‘ball’. Pada betina terdapat pouch yang berfungsi untuk membesarkan anak (joey) yang baru saja lahir.
  • Pada jantan terdapat celah kelenjar bau dileher yang berfungsi untuk menandakan wilayah teritorinya selain air seni.

Filed under: ALL ABOUT SUGAR GLIDER, HEWAN PELIHARAAN

Prilaku Sugar Glider

SG termasuk binatang nocturnal, artinya aktif dimalam hari jadi kalau mau menjinakkan SG disarankan mengajak main disiang hari tapi ingat SG tidak bisa melihat langsung ke sinar matahari karena bisa terancam buta.
Agar SG jinak, kita harus sering ‘bermain’ dengan mereka, proses ini disebut bonding yaitu proses pengenalan SG kepada pemiliknya. proses bonding bisa bermacam-2, seperti sering mengajak SG bermain dengan kita, proses handfeed (memberikan makanan kepada SG langsung dengan tangan kita), meletakkan baju (kolor juga boleh hihihihi) kedalam kandang (yang berguna agar SG mengenali bau tubuh kita).

Apabila SG merasa terganggu atau terancam, dia akan mengeluarkan bunyi seperti mendengung jangan dipaksa disarankan untuk menghabiskan waktu minimum 2 jam/hari dan siap2 tangan anda gores2 sewaktu SG mencoba menjelajah ke tangan.

Para pemilik SG disini rata-rata memberikan anak-anaknya dengan bubur beras merah untuk bayi kepada SG kadang – kadang dengan dicampur dengan madu atau yoghurt.  SG juga membutuhkan minuman,  Air bersih harus disediakan sepanjang hari (disarankan air mineral/yang telah melalui proses penyulingan) atau juice buah, dan bisa diletakkan di dalam tempat minum untuk hamster (disarankan juga yang ada bola nya agar air tidak mengotori kandang) atau bisa diletakkan dalam wadah kecil yang berat sehingga tidak mudah tumpah pada saat sugar glider bermain-main,   selain itu makanan yang diberikan bisa berupa buah-buahan dan serangga. Buah yang bisa diberikan seperti pepaya, pisang, anggur, melon, apel, pear, dll sangat disukai oleh sugar glider. Hindari buah yang berasal dari jenis jeruk, alpukat, dan bangsa bawang2an karena bisa membahayak kesehatan sugar glider. Selain itu bisa juga diberikan umbi2an seperti bengkoang, wortel rebus, ubi rebus.  Sugar glider setiap hari membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup besar (mencapai 40%). Oleh karena itu jika memberikan buah-buahan bisa diberi tambahan berupa serangga (jangkrik, belalang) dan ulat untuk memenuhi kebutuhan proteiinnya. Jenis makanan yang diberikan sebaiknya bervariasi. Misalnya di lakukan rotasi setiap 3 hari, yaitu buah2 dengan serangga, sayur (wortel rebus) dengan ulat, dan jangkrik.  Jenis2 ini selalu diberikan secara bergilir untuk memenuhi kebutuhannya. Jika mendapatkan diet yang benar sugar glider akan hidup dengan sehat .

pee dan pupnya tidaklah berbau, selama kita memberikan makanan yang cocok untuk mereka, apabila kita memberikan makanan dan minuman yang mengandung banyak protein (seperti ulat dan jangkrik walau ini adalah makanan kesukaaan mereka) pee dan pup nya cenderung akan lebih ber ‘aroma’.

Filed under: ALL ABOUT SUGAR GLIDER, HEWAN PELIHARAAN

Sugar Glider

Nama Latin       : Petaurus Breviceps
Asal lokasi         : Indonesia, Australia, Papua.
Badan                  :12.7cm  Ekor: 15cm
Berat                    : Jantan140g Betina120g
Umur Dewasa   : Jantan 2 tahun; Betina 7-15 bulan karena umur 1 tahunpun sudah dewasa kelamin..tetap jangan dikimpoi dulu
Jumlah anak     : 1-2, bisa 3 ekor meskipun jarang
Masa Hamil       : 14-16 hari
Musim kimpoi  : tidak ada musim tertentu
Makanan            : Elm Sap, Pollen, Madu, Serangga

Sugar glider adalah mamalia marsupial, seperti kangguru. Mamalia marsupial hanya menghabiskan waktu yang singkat perkembangan di dalam perut ibunya dan sangat kecil pada saat lahir. Setelah lahir, bayi marsupial akan merangkak ke kantong ibunya dan pemberian makanan lewat susu ibunya dan terus tumbuh dan berkembang.

Masih banyak orang yang tidak mengerti dan mengenal akan hewan yang disebut dengan sugar glider ini. Sugar glider sendiri merupakan hewan asli Indonesia, yaitu di daerah Irian. Penyeberannya meliputi Australia, Irian Jaya, dan Papua Nugini. Di luar negeri, khususnya di Amerika, sugar glider sendiri sudah menjadi hewan peliharan eksotis yang banyak diminati. Bahkan banyak para breeder yang sudah berhasil dan menghasilkan strain2 warna yang baru. Sedangkan ironisnya, di Indonesia sendiri sugar glider belum dikenal oleh masyarakat. Hewan ini bukan termasuk hewan yang dilindungi.
Nama Sugar glider sendiri awalnya berasal dari kata Sugar karena hewan ini sangat suka dengan madu atau sesuatu yang rasanya manis. Sedangkan glider berasal dari adanya membran yang ada pada kedua sisi tubhnya yang digunakan untuk gliding (melayang) dari pohon satu ke pohon yang lain. Banyak orang-orang yang ketika pertama kali melihat Sugar Glider menyebutnya sebagai tupai terbang atau bajing loncat. Padahal keduanya merupakan subclass yang berbeda. Sugar glider sendiri memang tergolong dalam kelas mamalia, tapi merupakan hewan marsupilia (hewan berkantung). Selain itu hewan ini juga merupakan hewan nocturnal, dimana mereka aktif hanya pada malam hari dan menghabiskan waktu di siang hari untuk tidur dalam sarangnya.

Habitat aslinya adalah daerah hutan, khususnya pada bagian2 puncak pohon dimana mereka bisa menemukan lubang untuk membuat sarangnya. Sugar glider sendiri tergolong sebagai hewan omnivora (pemakan segala). Dihabitat aslinya sugar glider biasanya mengkonsumsi nektar (serbuk sari bunga), buah2an, dan berbagai macam serangga. Tidak jarang anak burung juga menjadi sasaran mereka. Sugar glider merupakan hewan sosial yang hidup dalam suatu koloni/kelompok. Oleh karena itu untuk memilhara seekor sugar glider kita harus mempunyai waktu yang cukup untuk bermain-main dengan mereka. Jika kita tidak memiliki waktu yang cukup sebaiknya kita memelihara sugar glider paling sedikit 2 ekor, karena umumnya sugar glider yang dipelihara secara solitaire/ sendiri menjadi stress biasanya tidak bisa bertahan lama. Di alam liar umur sugar glider bisa mencapai 5-7 tahun. Sedangkan dengan perawatan yang baik sugar glider bisa hidup hingga mencapai usia 15 tahun.

Seekor sugar glider dewasa berukuran 5-6 inci, dengan panjang ekor yang sama dengan badannya, dimana ekor ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Selain itu ekor juga berfungsi untuk mengangkat bahan2 yang digunakan untuk membuat sarang (ranting dan daun kering). Ekor ini tidak cukup kuat untuk menahan berat tubuhnya sehingga hindari untuk mengangkat sugar glider pada bagian ekornya.

Pemeliharaan sugar glider sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit jika mengerti dan meperhatikan sifat-sifat dari hewan ini. Sifat sosial dari sugar glider memungkin mereka menjadi peliharaan yang bisa dekat dengan pemiliknya. Sugar glider yang sudah dekat dengan pemiliknya bahkan akan menganggap sang majikan sebagai suatu shelter dimana dia bisa mendapatkan perlindungan ketika dia merasa terancam, dan akan selalu mengkikuti kemanapun majikannya pergi.

Filed under: ALL ABOUT SUGAR GLIDER, HEWAN PELIHARAAN

Elang Bondol atau Brahminy Kite (Haliastur indus)

Latar Belakang

Apabila dilihat dari penyebarannya, Elang Bondol bukan burung asli DKI Jakarta, akan tetapi keberadaannya di Jakarta tetap dipertahankan. Elang Bondol dikatagorikan mempunyai tipe penyebaran kosnuopolit, yaitu penyebarannya sangat luas pada beberapa daerah penyebaran regional, yakni meliputi seluruh daerah Nusantara. Pemanfaatan secara langsung Elang Bondol bagi manusia belum banyak ter ungkap. Namun dari segi bioekonomis, Elang Bondol rnerupakan salah satu mata rantai bagi keseimbangan ekosistem kota Jakarta. Burung Elang Bondol selain penerbang dan penjelajah yang ulung juga gigih, ulet dan pantang me nyerah dalam memburu mangsa untuk kelangsungan hidup dan kelestarian jenis. Sifat ini melambangkan bahwa warga Jakarta sangat gigih, ulet dan cekat­an di dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan di dalam mem bangun kota Jakarta pada khususnva maupun Indonesia umumnya serta selalu dinamis, tangkas dan cepat dalam bertindak. Selain itu, bentuk dan warna tubuhnya sangat artistik clan menarik.

Pada dasarnya keluarga Accipitridat, dapat dikelompokan ke dalam beberapa jenis menurut bentuk dan perilakunya seperti kelompok “Kites”, “goshowks”, “Short toed Eagle” dan “Horries”. Adapun elang bondol dapat dimasukkan ke dalam kelompok “Eagle”. Kelompok ” Eagle ” mempunyai ciri-ciri tubuh berukuran relatif besar yaitu sekitar 43- 50 cm panjangnya, mempunyai sikap yang gagah, sayap panjang clan lebar, kaki kuat, jari kaki dilengkapi cakar. Bentuk tubuh Elang Bondol sangat mudah dikenali yakni seperti burung Rajawali. Warna tubuhnya coklat kemerahan, kecuali bagian kepala dan lehemya berwarna putih.

 

Habitat & Penyebaran

Daerah pantai, sawah, daerah aliran air dan daerah berpaya. Penyebararmya meliputi India, Ceylon, Asia Tropis dan Cina Selatan sampai ke bagian Utara Australia.

 

Makanan

Elang Bondol bersifat karnivora (pemakan daging) yakni memangsa mamalia kecil, ikan, katak, ketam, ular, kadal clan sebagainya.

 

Perkembangbiakan

Sarang dibangun pada pohon yang tinggi atau kadang-kadang pada suatu bangunan. Sarangnya terbuat dari ranting-ranting kering clan daun-daun hijau, kertas clan tulang. Telumya berjumlah 1- 4 buah. Telurnya dierami oleh burung betina yang disuapi oleh si jantan pasangannya. Masa pengeraman sekitar 26 – 27 hari. Anak burung meninggalkan sarang setelah 50 – 55 hari.

Filed under: FALCONRY, Raptor

Mengambil Manfaat dari Hewan Peliharaan

Sejak awal kehidupannya, anak-anak cenderung menunjukkan ketertarikannya pada binatang. Dunia binatang juga kerap menjadi media paling ampuh bagi orangtua untuk berkomunikasi dengan anak. Lihat saja bayi yang suka bermain dengan mainan binatang atau mendengarkan cerita mengenai Si Kancil, atau Si Itik Buruk Rupa. Ketika anak menginjak usia 2-3 tahun, anak mengembangkan kemampuan kognitifnya untuk fokus pada karakteristik binatang dalam kehidupan nyata, dan semakin tertarik untuk berinteraksi dengan binatang.

Selain karena suara dan gerakan spontan yang dilakukan binatang, anak-anak juga dapat menemukan bahwa dalam beberapa hal, binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Sekaligus perbedaan-perbedaannya. “Anak memang senang dengan binatang,” kata Mohammad Rizal Psi, Psikolog Perkembangan Anak dari Lembaga Psikologi Terapan UI.

Menurutnya hal lebih disebabkan oleh karena anak merasa bahwa binatang adalah sesuatu yang menyenangkan untuk diajak bermain. “Anak senang bermain dan butuh mainan, dan salah satu “mainan” yang bisa dimainkan adalah binatang. Apalagi binatang bisa memberikan reaksi saat diajak bermain,” katanya menjelaskan. Ada juga yang berpendapat, tambah Rizal, anak-anak bisa menempatkan binatang dalam posisi yang lebih inferior, sehingga mereka dapat lebih leluasa menyalurkan keinginannya pada binatang. Namun, jika anak menyatakan keinginannya untuk memelihara hewan, Rizal menyarakankan agar orangtua melihat dulu, hewan apa yang diinginkan oleh anak. ”Bila tidak membahayakan anak, serta memang mudah untuk dirawat, tidak ada salahnya membiarkan anak untuk belajar memelihara binatang,” katanya. Apalagi, memelihara hewan ternyata bisa memberikan banyak manfaat bagi si kecil.

Berikut ini adalah beberapa di antaranya: Mengembangkan kemampuan kognitif anak Penelitian yang dilakukan Bob Poresky, sosiolog dari Kansas State University, Amerika Serikat, pada tahun 1988 menyimpulkan bahwa kemampuan kognitif anak dapat meningkat dengan memiliki hewan peliharaan. Menurut Poresky, jenis-jenis hewan peliharaan yang dapat merespon sikap anak – misalnya anjing atau kucing – cenderung akan meningkatkan intelejensi anak. Dikatakannya, semakin dekat hubungan anak dengan hewan peliharaannya tersebut, maka akan semakin baik kemampuan anak untuk melihat dunia dari sudut pandang binatang peliharaannya. Hal ini akan meningkatkan kemampuan kognitif anak yang kemudian berdampak pula pada intelejensianya. Menambahkan Poresky, Rizal mengatakan bahwa melalui peliharaannya, anak balita misalnya, bisa belajar aneka bentuk serta mengidentifikasi anggota-anggota tubuh pada hewan, seperti kepala, badan, ekor, paruh, sayap dan lain sebagainya.

Selain itu, anak juga bisa mengenal lebih dekat bagaimana kehidupan hewan, bagaimana mereka bersuara, bergerak, makan, minum, dan lain-lain. Tak hanya itu, belajar berhitung pun bisa lebih menyenangkan bagi anak-anak jika memanfaatkan hewan sebagai sarananya. Misalnya, mintalah si kecil untuk menghitung berapa kaki Si Doggie, atau berapa kali dia bisa menangkap bola yang dilempar ke arahnya. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan analisisnya, anak juga bisa melakukan observasi untuk menemukan dalam hal apa saja hewan peliharaannya sama dengan manusia, dan hal-hal apa saja yang membuatnya berbeda dengan manusia atau hewan lainnya. Belajar empati Ada kecenderungan anak-anak suka memperlakukan hewan dengan cara yang salah, misalnya menarik-narik buntut anjing atau telinga kucing dan lain sebagainya.

Tetapi pengalaman Drh.Tjut Nurmaini, memperlihatkan bahwa anak yang mempunyai hewan peliharaan cenderung punya empati yang lebih besar, dan cenderung tidak kasar. ”Yang tidak punya peliharaan akan dengan semaunya menangkap capung, misalnya, dan kemudian menggenggamnya dalam tangannya. Ini terjadi karena anak itu tidak bisa mengukur, seberapa besar kekuatan genggamannya. Ia melakukannya tanpa perhitungan. Nah, anak yang mempunyai binatang peliharaan, pasti akan merasa miris melihatnya,” urainya. Belajar bertanggung jawab Menurut Rizal, ”Memelihara hewan juga adalah bentuk tanggung jawab sederhana terhadap sesuai yang disukai, dalam hal ini binatang.” Seperti layaknya manusia, hewan juga adalah makhluk hidup yang butuh makan dan minum. Latihlah si kecil untuk bertanggungjawab dengan meminta mengurus kebutuhan tersebut bagi binatang peliharaan. Ingatkan juga akan akibat yang mungkin terjadi seperti sakit atau mati, jika ia lalai dalam memberi makan dan minum. Menghilangkan stres Tjut yang juga penyayang binatang itu, mengatakan bahwa hewan peliharaan dapat membantu anak menghilangkan stres. “Dengan melihat tingkahnya yang lucu ketika diajak bermain, saya bisa tertawa,” kata dokter yang sudah menganggap kucing-kucing peliharaannya sebagai anggota keluarganya sendiri.

Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa kehadiran anjing peliharaan, dapat mengurangi stres anak yang sedang ujian. Penelitian Ann Ottney Cain, seorang profesor Psychiatric Nursing, pada tahun 1985, juga menemukan bahwa 70% keluarga yang disurvei melaporkan bahwa kebahagiaan dan keceriaan anggota keluarganya meningkat dengan kehadiran hewan peliharaan di tengah keluarga mereka. Dampak Kesehatan Banyak orang yang ragu memelihara hewan karena dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif dari segi kesehatan, misalnya menularkan penyakit tertentu. Menurut Tjut, “Kalau kita bicara hewan peliharaan, biasanya mereka rutin dibawa ke dokter oleh pemiliknya.

Jangankan sakit, kalau hewan peliharaannya tidak mau makan saja, pemiliknya sudah membawanya ke dokter,” tambahnya lagi. Jadi masalah kesehatan hewan peliharaan relatif lebih terjamin. Selain itu, Tjut mengatakan, dampak negatif kesehatan yang ditimbulkan dari hewan sebenarnya bisa dicegah dengan prosedur kebersihan standar yang sudah diketahui anak dari sekolah, yaitu mencuci tangan sesudah memegang-megang hewan peliharaan. “Jangankan sesudah pegang hewan kesayangan, pergi dari mana-mana pun, kita selalu diajarkan cuci tangan. Nah, itu metode pertama,” katanya. Kalaupun sehabis memegang kucing, kemudian langsung makan, Tjut juga belum menemukan hasil yang signifikan, pemilik hewan langsung terkena toksoplasma, misalnya. Menurutnya, masalah kesehatan lebih disebabkan oleh apa yang dimakan. Ia mencontohkan, toksoplasma itu bukan dari hewan peliharaan, tetapi karena memakan makanan setengah matang seperti sate kambing ataupun sayuran mentah. Ia pun kurang setuju bila dikatakan bahwa binatang peliharaan merupakan sumber penyakit utama bagi anak, terutama bagi penderita alergi.

Penelitian justru menunjukkan bahwa hewan peliharaan bisa memberikan manfaat positif dari segi kesehatan. Dalam penelitian yang dipublikasikan Journal of Allergic and Clinical Immunology tahun 2003, ahli alergi Thomas Platts-Mills, MD, PhD dari University of Virginia, menemukan bahwa semakin dini usia anak (idealnya selama dua tahun pertama) dan semakin lama memiliki hewan peliharaan, makin kecil frekuensi anak mengalami alergi pada tahun-tahun selanjutnya. Hasil penelitian tersebut mendukung penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa bayi yang di dalam rumahnya terdapat dua atau lebih kucing, justru berpeluang terkurangi resiko perkembangan jenis alerginya. Anak-anak dengan alergi, bila tidak ditangani dengan baik sejak dini, pada umumnya jenis alerginya akan berkembang sesuai peningkatan usianya. Anak alergi yang memiliki hewan peliharaan, kemungkinan alerginya akan berkembang menjadi bermacam-macam jenis alergi, malah berkurang 77% dibandingkan dengan anak alergi yang tidak mempunyai hewan peliharaan.

Kedua penelitian tersebut membantah keyakinan sebelumnya bahwa eksposur anak terhadap hewan peliharaan di masa kecil dapat meningkatkan risiko berkembangnya alergi. Selain itu, penelitian lain di tahun 1990 menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan hanya mempunyai masalah kesehatan yang lebih sedikit, itupun masalah-masalah dalam kategori ringan. Dari segi kesehatan fisik, pemilik hewan peliharaan juga mempunyai kondisi yang lebih baik, bila dihubungkan dengan seringnya mereka melakukan olahraga bersama hewan peliharaannya. Dari sisi kesehatan mental, sebuah riset juga menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan juga memiliki kondisi psikologis yang lebih baik. Ditemukan juga, hewan peliharaan dapat mengurangi rasa sepi dan rasa terasing pemiliknya. Memilih Hewan Peliharaan Menurut Tjut, hewan yang sehat sama seperti anak yang sehat; lincah dan aktif. Demikin pula ketika mereka sakit, yang biasanya menjadi lesu. Hewan yang sehat biasanya juga bisa memberikan respon yang baik. Karena itu, sebelum membeli hewan peliharaan, ada baiknya Anda sediakan waktu yang cukup untuk mengamati perilaku calon hewan peliharaan. ”Amati responnya, agar tidak kecolongan,” katanya.

Anjing Pilihlah anjing yang tenang dan sabar atau termasuk dalam kategori family dog, seperti golden retriever, boxer, pomeranian chihuahua, shitzu dan lain sebaginya. Kucing Pilihlah kucing yang tenang dan suka dipegang atau disayang-sayang. Kucing yang mudah cemas, cenderung tidak bersahabat dan perilakunya sering tidak terduga. Kucing seperti ini bukanlah pilihan yang baik bagi si kecil. Hewan Kecil Hewan kecil seperti hamster dan kelinci bisa menjadi salah satu hewan peliharaan rumah. Tetapi jika di rumah ada anak yang masih sangat kecil, binatang mengerat ini bukan pilihan yang baik karena anak sulit dicegah untuk tidak memegangnya atau mencengkeramnya terlalu keras. Selain itu, hewan ini tak segan untuk menggigit balik jika disakiti. Ikan Ikan bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dapat diamat-amati oleh si kecil. Tempatkanlah akuarium atau fish bowl di tempat yang sulit untuk dijangkau, apalagi ditarik oleh si kecil. Reptil Reptil seperti ular, iguana, bahkan kura-kura bukan pilihan yang aman untuk anak. Kura-kura membawa bakteri salmonela yang dapat menular pada si kecil.

Tips Memelihara Hewan

1. Peliharalah binatang yang sesuai dengan ukuran anak, atau yang memang ia sukai.

2. Jika memiliki bayi, jangan melihara anjing yang cenderung kasar, karena bisa terinjak.

3. Lakukan pemeriksaan kesehatan hewan peliharaan secara rutin

4. Jagalah kebersihan binatang dan kandang dengan memandikan dan membersihkan kandang dari kotoran.

5. Libatkan anak dalam perawatan binatang, agar anak paham mengenai lingkungannya

6. Jangan menyakiti hewan

Safety Tips

Selalu awasi selalu si kecil saat berinteraksi atau berada dekat dengan hewan peliharaannya. Anak di bawah 5 tahun tidak akan selalu ingat larangan atau instruksi yang pernah diberikan kepadanya. Oleh karena itu menjaga keamanannya harus tetap menjadi tugas dan tanggung jawab orang dewasa di sekitarnya. Meskipun sebentar, jangan pernah meninggalkan si kecil sendirian bersama hewan peliharaannya. Jauhkan makanan dan mainan hewan peliharaan dari jangkauan si kecil. Jika anjing yang menjadi pilihan, latihlah dia untuk mematuhi semua perintah yang diberikan oleh anggota keluarga.

Ajari si kecil bagaimana bertingkah laku terhadap hewan peliharaannya.

1. Berjalanlah pelan-pelan di sekitar hewan, jangan pernah mengejar atau lari meninggalkannya.

2. Jangan pernah mengganggu hewan yang sedang makan, tidur, atau mengunyah sesuatu.

3. Jangan menatap hewan peliharaan lekat-lekat.

4. Jangan tarik kaki, ekor dan kupingnya

5. Kenali ciri-ciri atau peringai ketika hewan peliharaan marah, dan segeralah menjauh

6. Jangan pernah menengahi hewan yang tengah berkelahi dengan tangan kosong. Guyuran air seringkali efektif untuk memisahkan hewan yang berkelahi. (Meliana Simarmata)

Sumber: Majalah Inspire Kids

Filed under: HEWAN PELIHARAAN

Peregrine Falcon atau Alap-alap kawah (Falco peregrinus)

Alap-alap kawah (Falco peregrinus) atauPeregrine Falcon adalah salah satu spesies alap-alap berukuran besar, dengan panjang tubuh sekitar 34-58 cm (13-23 in) dan lebar sayap sekitar 80 sampai 120 cm (31-47 in). Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kelabu dan biru, berparuh kuning besar dengan ujung hitam lancip dan berekor pendek. Dada dan perut berwarna putih dengan garis-garis hitam. Burung betina serupa, tapi biasanya berukuran dan mempunyai paruh lebih besar dari burung jantan.

Mangsa utama alap-alap kawah adalah aneka burung berukuran sedang, seperti merpati dan kerabatnya, nuri, jalak dan ayam. Burung-burung ini diburu biasanya pada waktu sedang terbang. Alap-alap ini juga memangsa hewan-hewan lain, seperti kelinci, kelelawar, serangga, kadal dan ikan.

Alap-alap kawah diketahui sebagai salah satu makhluk tercepat di dunia dan merupakan binatang tercepat di dunia dengan kecepatannya dapat mencapai 320 km/jam pada waktu terbang mengejar mangsanya.

Sekitar sembilan belas subspesies dikenali dengan daerah yang tersebar hampir di seluruh belahan bumi, dengan perkecualian di Antartika. Hampir semua subspesies di belahan bumi utara bermigrasi pada musim dingin ke daerah yang lebih hangat. Termasuk Falco peregrinus calidus dari Asia utara yang bermigrasi ke wilayah-wilayah pesisir dan dataran rendah kepulauan Sunda Besar.

Ras penetap (non-migran) alap-alap kawah F.p. ernesti, dijumpai di pegunungan-pegunungan di Sumatera utara dan barat, Kalimantan utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Ambon, Ternate, Papua dan beberapa pulau di sekitarnya. Ras ini berwarna lebih gelap di dada dan jarang ditemukan.

Mangsa Peregrine Falcon bervariasi, seperti kelelawar pada malam hari, tikus, tupai, kelinci bahkan reptil.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Alap-alap_kawah

 

Filed under: FALCONRY, Raptor

Ferret atau Biul banyak yg belum mengenal binatang ini

Banyak berbincang melalui chat dan sms dengan Pak WIJAYA TASLIM penulis buku SUKSES MEMELIHARA HAMSTER, si kecil yg eksotis……. terbitan AGROMEDIA PUSTAKA membuat sy penasaran tentang biul hewan endemik asli jawa ini …. beliau mempunyai jenis albino jadi pengen pa … :D saya pinjam pict nya ya pa fereet bapa ….

FERRET atau BIUL

Gerakan aktif dan gesit sangat menarik perhatian penggemar hewan kesayangan. Di negara yang persepsi terhadap satwanya telah maju, ferret telah lama menjadi hewan piaraan sehingga bukan tergolong hewan eksotik lagi.

Di Indonesia hewan ini masih langka dan belum biasa dijadikan hewan kesayangan. Namun, karena kelincahan dan intelegensianya, di kemudian hari hewan pengerat ini berpotensi untuk masuk dalam jajaran hewan kesayangan. Kesempatan hidup ferret umumnya 9—10 tahun.

Di negara empat musim, berat badannya turun naik tergantung musim yang sedang berjalan. Di musim gugur berat badannya bertambah 30—40% karena pertambahan timbunan lemak di bawah kulit.

Secara alami hal ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari kedinginan.

Berat badan ini akan normal kembali pada musim semi.

A. Daya Tarik Ferret Yang menjadi daya tarik:

— gemar berlarian dan bermain-main dengan sangat lincah

— suka mengejar burung

— mudah diajarkan buang air di suatu tempat Ferret merupakan hewan yang menarik hati dan mengundang perhatian.

Gerakannya aktif dan gesit seakan ingin tahu segala sesuatu. Pemilik yang terkadang melepaskan ferretnya bermain-main di dalam rumah harus memastikan tidak ada celah yang dapat dimasukinya. Oleh karena sebagai hewan pengerat, harus dipastikan tidak ada benda-benda dalam rumah yang dapat dikeratnya.

Hobi ferret yang dapat dianggap menarik atau sebaliknya menjengkelkan adalah menangkap burung. Pemilik ferret yang juga sebagai pemelihara burung terkadang senang melihat ferret yang mengejar burung peliharaannya. Namun, sebaiknya pemilik burung harus waspada dengan hal ini. Agar burung tidak mudah ditangkapnya, di leher ferret diberi bel yang dapat berbunyi bila lari mengejar burung. Akibat bunyi tersebut, burung akan lari dan ferret akan berusaha mengejar burung tersebut.

Sebagai hewan kesayangan, ferret mudah diajarkan buang air besar atau kecil dalam kotak. Apalagi ferret memiliki kebiasaan hanya ingin buang air di suatu tempat yang disukainya. Oleh karena ingin selalu bergerak maka akan sangat menyenangkan pemilik kalau kotak tersebut dilengkapi pintu masuk dan keluar serta disediakan beberapa buah dalam satu kandang. Dengan kotak tersebut ferret dapat bermain-main dan berlarian keluar-masuk kotak.Gerakan lincah tersebut sangat menyenangkan untuk dilihat.

B. Jenis yang Disukai Yang banyak dipelihara:

- ferret ficth

- ferret albino

- fenet siamese

Ferret merupakan hewan sejenis berang-berang dan mempunyai hubungan erat dengan musang, cerpelai, anjing air, dan badgers. Nenek moyang ferret diperkirakan adalah hewan liar yang disebut weasel alias polecat eropa. Meskipun demikian, ferret bukanlah hewan liar. Umumnya ferret diheri nama dan tipe berdasarkan warna bulunya.

Ada tiga jenis ferret yang sangat digemari.

Ferret ficth, salah satu varian yang sangat populer, berwarna kuning tua dengan wajah bertopeng warna hitain (termasuk loreng hitam pada kaki dan ekor).

Ferret albino alias buic memiliki bulu putih dengan mata indah berwarna merah muda .

Selain itu, ada pula ferret siamese yang penampilannya mirip kucing siam.

C. Kandang dan Perlengkapannya

Syarat kandung:

- tidak mempunyai celah

- bukan dari bahan yang mudah lapuk atau mudah dikerat

- memiliki ventilasi Tubuh yang memanjang dengan artikulasi sendi yang luwes membuat ferret mampu melepaskan diri melalui celah yang sempit sekalipun. Jendela, sambungan-sambungan, dan jeruji yang mudah dikuakkan harus sesering mungkin dikontrol.

Ukuran kandang memang belum ada standar tertentu, hanya saja makin luas kandangnya makin baik bagi ferret. Ventilasi udara dalam kandang harus lancar. Sinar matahari, terutama pagi liari, barus dapat masuk ke sebagian areal kandang. Sinar ini penting untuk kehangatan, mengeringkan bagian kandang yang basah, mematikan bakteri dan kuman, serta sumber sinar ultraviolet yang berguna untuk mensintesis vitamin D. Bila sulit mendapatkan sinar matahari, kandang dapat diberi lampu ultraviolet artifisial yang dinyalakan selama 10—12 jam setiap harinya.

Kandang perlu dilengkapi kotak buangan (litter box) karena ferret mudah diajarkan buang air besar atau kecil di dalamnya. Kotak buangan yang dilengkapi pintu keluar-masuk sangat digemarinya. Bila kandang cukup luas, dapat disediakan lebih dari satu kotak agar ferret dapat bermain-main dengan lincahnya.

Ferret menyukai tidur di tempat yang relatif sempit, tetapi nyaman dan aman. Untuk keperluan tersebut, dalam kandang dapat disediakan kotak khusus untuk tempat tidurnya. Oleh karena ferret senang tidur dengan berselimut maka berikan kain handuk tebal sebagai tempat menyusupkan tubuhnya. Alas tidurnya pun dapat berupa kasur dari gergajian kayu atau karpet berbulu tebal.

Tempat makan dan minum ditempatkan sedemikian rupa agar tidak mengganggu aktivitas ferret, tidak mengotori lantai, dan mudah dijangkau. Peralatan tersebut harus mudah dibersihkan dan tidak rnenimbulkan alergi bagi ferret sehingga bahan gelas atau keramik berbentuk cawan akan lebih cocok. Ferret, apalagi yang masih muda, sangat senang menyelusup ke pipa atau selang plastik. Oleh karena itu, siapkan pipa atau selang plastik agar perilakunya tersebut tetap dapat dilakukannya.

D. Makanan Makanan ferret ikan, daging, telur rebus, buah, sayur

Makanan yang paling baik: makanan kering bentuk pelet Makanan kucing buatan pabrik sangat disukai ferret. Makanan kering bentuk pelet lebih baik daripada makanan kaleng yang basah. Makanan kering dapat melatih gusi, membersihkan gigi, dan tidak banyak tertinggal di celah-celah gigi. Makanan di celah gigi mudah mengundang lalat dan cepat busuk.

Sementara makanan basah sangat mudah tertinggal di celah gigi. Bahkan makanan basah kandungan lemaknya terlalu tinggi dan sering mengandung bahan aditif yang menyebabkan gangguan fiingsi organ. Walaupun punya kelebihan, bukan berarti makanan kering tidak ada kekurangannya. Makanan kering mengandung vitamin B kompleks dan vitamin C yang sudah rusak, bahkan sudah hilang. Untuk mengatasi hal ini, ke dalam makanan kering ditambahkan makanan tambahan. Makanan tambahan sumber protein hewani berupa daging, ikan, atau telur rebus yang diberikan secara bergantian. Daging dan ikan harus bebas tulang. Makanan tambahan sumber vitamin dan mineral berupa buah dan sayur. Jika buah dan sayur diberikan, tidak perlu lagi diberikan tambahan vitamin dan mineral. Tambahan vitamin dan mineral hanya diperlukan dalam keadaan khusus seperti ferret sedang bunting, sakit, atau stres.

E. Pemeliharaan Hal yang perlu dilakukan:

— gunakan sarung tangan saat akan memegangnya

— berikan pengenal agar tidak mudah hilang

— perhatikan kondisi tubuhnya agar tetap prima

1. Menguasai ferret Meskipun tergolong hewan hiperaktif, ferret mudah ditangkap dan dikuasai dengan kedua tangan.

Cara memegangnya seperti memegang kelinci, yaitu tangan satunya memegang kedua kaki depan dan tangan lainnya memegang kaki belakang. Pegangan demikian akan terasa nyaman, tidak menyakitkan, dan tidak mudah membuat ferret jatuh. Bila meronta-ronta, ferret dapat ditenangkan dengan cara diletakkan di meja di atas kaki-kakinya sambil bagian leher (tengkuknya) ditekan ringan ke meja. Cara ini diperlukan saat harus melakukan pemeriksaan fisik, melakukan vaksinasi, mengambil sampel darah, dan sebagainya.

2. Tidak menimbulkan suara Ferret hampir tidak bersuara dalam usahanya melepaskan diri atau menyelusup karena tubuhnya diselimuti bulu tebal yang berfungsi sebagai peredam suara. Kukunya pun dapat disembunyikan dalam kantung kulit kuku. Akibatnya ferret dapat menghilang tanpa terdengar suara apa pun. Disarankan ferret diberi tali leher yang lunak dan enteng, tetapi bukan dari bahan metal. Pada tali tersebut dipasangkan bel atau kelintingan maupun tag (tanda pengenal) yang memuat nama dan nomor telepon Anda. Tanda pengenal dan tali leher sebaiknya berwarna mencolok seperti hijau, oranye, atau pink agar mudah terlihat.

3. Problem kesehatan Problem kesehatan pada ferret dapat disebabkan oleh virus, parasit, bakteri, maupun sebab lain.

Berikut dijelaskan beberapa penyakit yang sering dijumpai pada ferret.

a. Distemper anjing Ferret amat rentan terhadap penyakit distemper anjing yang disebabkan virus Canine distemper. Penyakit ini amat fatal. Tingkat kematian yang ditimbulkannya hampir 100%. Bila virus menyerang, setelah 7—10 hari kemudian akan terlihat gejalanya, yaitu demam, tidak mau makan, keluar ingus kental dari hidung, dan keluar belek kental dari mata. Antara 10—12 hari kemudian timbul kelainan kulit menyerupai eksem, terutama di bagian bagian bawah dagu dan selangkangan. Bagian jaringan tanduk hidung dan teracak kakinya menebal, mengeras, dan Pecah-pecah. Setelah 3—4 minggu kemudian, penderita dapat mati merana. Penderita diberi infus gula, antibiotikum, dan roboransia untuk membantu daya tahan tubuh. Pencegahannya dengan vaksinasi distemper anjing. Vaksin pertama diberikan saat ferret berumur 6—8 minggu bila induknya sudah divaksinasi. Pada umur tersebut kekebalan dari induknya telah hilang. Setelah 2-3 minggu dari vaksin pertama, dilakukan vaksinasi kedua yang kemudian diulang setiap tahun. Ferret dari induk yang belum divaksinasi, pemberiannya saat berumur 4—6 minggu, lalu diulang berselang 3-4 minggu selama tiga kali. Sesudah itu, vaksinasi berikutnya dilakukan setiap tahun.

b. Rabies Ferret dapat tertular rabies (penyakit anjing gila) sehingga disarankan agar diberi vaksin rabies setelah umurnya 3 bulan. Vaksinasi rabies dilakukan secara teratur setiap tahun. Penyakit ini bersifat zoonosis (menular ke manusia). Oleh karenanya, ferret yang diimpor perlu diobservasi dalam karantina sebelum mulai dipelihara.

c. Penyakit parasit Pinjal (flea) dan kudis (mites) merupakan ektoparasi pada ferret. Sementara endoparasit bersel satu (protozoa) yang dilaporkan menyerang ferret adalah Giardia sp. dan Coccidia sp. Keduanya menyebabkan penyakit berak berdarah. Ferret sangat rawan infeksi cacing jantung (Dirofilaria immitis). Larva cacing jantung terdapat dalam peredaran darah penderita. Penularan berlangsung saat nyamuk menggigit mangsa lain. Kandang dibebaskan dari nyamuk dengan penyemprotan obat ‘anti nyamuk di waktu-waktu tertentu. Ferret diberikan obat antiparasit, tetapi jangan diberikan obat anticacing jantung atau kalung antiparasit.

d. Penyakit bakteri Infeksi bakteri pada ferret adalah bakteri butulisme, mikobakteri tuberkolosis, dan campylobakteri fetus. Bakteri campylobakteri fetus menimbulkan penyakit disentri, tetapi berbeda dengan disentri yang ditimbulkan oleh protozoa. Infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri-bakteri tersebut adalah infeksi sistemik yang menyerang sistem tubuh. Namun, adakalanya bakteri hanya menginfeksi jaringan luar saja yang disebut infeksi topikal. Infeksi topikal dimulai dari luka di jaringan kulit yang akhirnya menjadi abses. Abses tersebut dapat pecah dan menjadi luka terbuka. Infeksi sistemik memerlukan antibiotika sistemik melalui mulut, sedangkan infeksi topikal cukup dengan antibiotika topikal berupa salep atau serbuk.

e. Kelengar panas Tubuh ferret diselimuti bulu tebal sehingga kurang mampu mengatur suhu tubuhnya bila ada perubahan iklim yang ekstrem. Suhu lingkungan yang tinggi, misalnya sampai 32° C, yang disertai ketiadaan air minum dapat mengakibatkan ferret mengalami kelengar panas (heat stroke). Kalau tidak segera ditolong, hal ini dapat menyebabkan kematian. Bila hari panas sebaiknya kecukupan air selalu dikontrol. Lebih baik lagi bila dilakukan penyemprotan air secara lembut ke tubuh ferret dan kandangnya.

f. Batu saluran kencing Batu ginjal atau kandung kencing menyumbat proses penyaringan urine. Adanya batu ginjal sulit diketahui secara klinis, hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratortum dan sinar rongent. Gejalanya antara lain nafsu makan menurun, sakit dan bengkak di perut bagian belakang, kandung kencing terasa keras, muntah, air kencing keluar sedikit dan ada darahnya, serta tampak gelisah. Pencegahan ponyakit ini hanya melalui diet khusus. Untuk menghambat terbentuknya batu ginjal, berikan makanan kucing buatan pabrik berkode U/D atau C/D.

g. Tumor Salah satu jenis tumor yang pernah ditemukan adalah tumor perangsang sekresi hormon insulin. Insulin merupakan hormon pengendali kadar gula dalam darah. Akibat tumor ini kadar gula darah menurun sehingga mengakibatkan depresi, kelemahan, perubahan perilaku, dan kadang-kadang kejang. Pencegahan dan pengobatannya hanya dapat dilakukan oleh dokter hewan.

F. Membiakkan Ferret Dewasa kelamin ferret jantan: — bau khas dari kelenjar hormon — dari dubur keluar kelenjar anal yang sangat berbau Dewasa kelamin ferret betina: — alat kelamin membengkak — keluar lendir dari alat kelamin Ferret jantan dua kali lebih besar dari betina. Baik jantan dan betina, dewasa kelamin dicapai antara umur 6—7 bulan. Bau di daerah dubur pada ferret jantan dapat dikurangi dengan absorben seperti zeolit yang ditaburkan dalam litter box atau dengan obat antibau seperti No-odor atau Odorless Kits. Sementara kelenjar anal dapat dihilangkan melalui operasi. Ferret betina dapat mengalami berahi lebih dari sekali dalam satu masa kawin (polyestrus). Akibatnya betina yang tidak dikawinkan akan tetap berahi selama 5—6 bulan. Polyestrus dapai dikurangi selama 1—2 bulan dengan suntikan hormon 10 hari sejak permulaan estrus. Namun, terapi ini jangan selalu dilakukan karena dapat terjadi tumor/kanker, kencing manis, kebotakan, radang rahim bernanah, dan perubahan porilaku. Betina yang terus rnengalami haid atau pendarahan dapat kehilangan banyak darah sehingga dapat menderita anemia, sakit sumsum tulang belakang, serta defisiensi protein, vitamin, dan mineral. Akibatnya ferret mudah terserang penyakit. Untuk itulah, ferret betina perlu mendapat tambahan protein, vitamin, dan mineral. Masa bunting betina terjadi selama 42—44 hari. Jumlah anak sekali melahirkan 2—17 ekor (rata-rata 8 ekor). Sehingga adakalanya pemelihara tidak menghendaki kehadiran anak ferret. Untuk itu, ferret perlu disterilisasi saat masih berumur 6—8 bulan. Sterilisasi hanya dapat dilakukan oleh dokter hewan melalui operasi. Makanan bayi ferret sebaiknya yang lembut. Setelah umur 2 minggu, barulah bayi ferret diberi makanan agak keras karena gigi sudah mulai tumbuh. Jika akan dijual, sebaiknya umur bayinya 4—8 minggu.

(Sumber: doveindonesia.wordpress.com)

Filed under: HEWAN PELIHARAAN

Perbedaan Antara Bajing Dengan Tupai

Bajing dan Tupai adalah hewan yang berbeda, meskipun banyak orang yang menganggapnya sebagai binatang yang sama. Bajing dan Tupai memiliki perbedaan, Tupai sepintas mirip dengan bajing, tetapi berbeda anatomi dan perilakunya. Tupai mempunyai moncong sangat panjang (bagian muka, mulut dan hidung) sedangkan bajing relatif agak rata pada bagian mulut dan hidungnya.
Bajing merupakan mamalia pengerat (ordo Rodentia) dari suku (famili) Sciuridae yang dalam bahasa Inggris disebut squirrel. Sedangkan Tupai berasal dari famili Tupaiidae dan Ptilocercidae yang dalam bahasa Inggris disebut treeshrew. Secara ilmiah (ilmu biologi), Bajing berbeda dengan Tupai, bahkan sangat jauh kekerabatannya.
Dalam hal makanannya pun berbeda. Bajing merupakan binatang pengerat yang memakan buah-buahan sedangkan Tupai merupakan binatang pemakan serangga.

Tupai
Tupai berbeda dengan Bajing. Tupai merupakan mamalia kecil dari bangsa Scandentia yang sering kali dikelirukan dengan Bajing. Tupai banyak memangsa serangga, sehingga dahulu dimasukkan ke dalam bangsa (ordo) Insectivora (pemakan serangga). Ciri khas Tupai adalah mempunyai moncong sangat panjang pada bagian muka yang terdapat mulut dan hidung.

Bajing
Bajing berbeda dengan Tupai. Bajing memiliki moncong yang tidak terlalu panjang seperti halnya tupai, bagian muka (mulut dan hidung) relatif agak rata atau datar.

Bajing ada yang hidup di tanah juga ada yang hidup di pohon. Bahkan bajing dari subspesies Pteromyini mampu terbang (melayang dari atas ke bawah), karena jenis ini mempunyai membran (selaput tipis) diantara kaki depan dan belakang yang memungkinkan melayang jauh diantara pepohonan.
Berbeda dengan Tupai yang memakan serangga, Bajingmerupakan binatang pengerat yang memakan buah-buahan. Sering kali binatang ini dianggap sebagai hama terutama pada tanaman kelapa dan perkebunan buah. Mungkin lantaran dianggap binatang hama dan perusak ini kemudian muncul istilah ‘bajingan’.

Filed under: HEWAN PELIHARAAN

Elang alap jambul (Crested Goshawk)

Nama Latin : Accipiter trivirgatus
Nama Inggris : Crested Goshawk

Penyebaran Lokal :
Tidak jarang ditemukan di hutan dataran rendah Sumatera (termasuk Nias) dan Kalimantan (termasuk Kep. Natuna) sampai ketinggian 1000 m. Di Jawa dan Bali dulu tersebar luas di hutan dataran rendah dan perbukitan, tetapi sekarang langka

Makanan:
Kadal dan burung

Filed under: FALCONRY, Raptor

Elang Jawa / Javan Hawk Eagle(Spizaetus bartelsi)

Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).

Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Falconiformes
Famili: Accipitridae
Genus: Spizaetus
Spesies: S. bartelsi

Filed under: FALCONRY, Raptor

More Info Chat with Me

Gateway Pulsa Elektrik via YM

Mau Dapet Uang Dari Twitter

SponsoredTweets referral badge

Arsip Ceps Ibo

Kategori

http://iwanfalsmania.blogspot.com
My Popularity (by popuri.us)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 301 other followers

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

My twitter

  • Kita semua maunya beroleh rezeki yang berkah & berlimpah. Andaikata belum bisa berlimpah, yah pastikan tetap berkah. Semoga kita semua...Ceps Ibo 2 hours ago
  • Sifat 'rahmat' Allah itu ada kemiripannya dgn sifat 'melihat' Allah. Itu terjadi sepanjang waktu, selalu. Beda dengan sifat 'murka'...Ceps Ibo 4 hours ago
  • Sesungguhnya, bekerja merupakan salah satu bagian yang diwajibkan & diperintahkan oleh Sang Pencipta...Ceps Ibo 6 hours ago
  • JANGAN jadikan pandangan mata ini seperti MATA LALAT yang hanya mencari sesuatu yang busuk & buruk | mencari-cari keburukan orang......Ceps Ibo 8 hours ago
  • 3 people followed me // automatically checked by fllwrs.comCeps Ibo 1 day ago

Gudang Foto

More Photos
Free Website Hosting
MoneyBux - Trusted PTC site
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 301 other followers

%d bloggers like this: