Ceps ibo Blog

Selamat Datang Bro…

Elang Bondol atau Brahminy Kite (Haliastur indus)

Latar Belakang

Apabila dilihat dari penyebarannya, Elang Bondol bukan burung asli DKI Jakarta, akan tetapi keberadaannya di Jakarta tetap dipertahankan. Elang Bondol dikatagorikan mempunyai tipe penyebaran kosnuopolit, yaitu penyebarannya sangat luas pada beberapa daerah penyebaran regional, yakni meliputi seluruh daerah Nusantara. Pemanfaatan secara langsung Elang Bondol bagi manusia belum banyak ter ungkap. Namun dari segi bioekonomis, Elang Bondol rnerupakan salah satu mata rantai bagi keseimbangan ekosistem kota Jakarta. Burung Elang Bondol selain penerbang dan penjelajah yang ulung juga gigih, ulet dan pantang me nyerah dalam memburu mangsa untuk kelangsungan hidup dan kelestarian jenis. Sifat ini melambangkan bahwa warga Jakarta sangat gigih, ulet dan cekat­an di dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan di dalam mem bangun kota Jakarta pada khususnva maupun Indonesia umumnya serta selalu dinamis, tangkas dan cepat dalam bertindak. Selain itu, bentuk dan warna tubuhnya sangat artistik clan menarik.

Pada dasarnya keluarga Accipitridat, dapat dikelompokan ke dalam beberapa jenis menurut bentuk dan perilakunya seperti kelompok “Kites”, “goshowks”, “Short toed Eagle” dan “Horries”. Adapun elang bondol dapat dimasukkan ke dalam kelompok “Eagle”. Kelompok ” Eagle ” mempunyai ciri-ciri tubuh berukuran relatif besar yaitu sekitar 43- 50 cm panjangnya, mempunyai sikap yang gagah, sayap panjang clan lebar, kaki kuat, jari kaki dilengkapi cakar. Bentuk tubuh Elang Bondol sangat mudah dikenali yakni seperti burung Rajawali. Warna tubuhnya coklat kemerahan, kecuali bagian kepala dan lehemya berwarna putih.

 

Habitat & Penyebaran

Daerah pantai, sawah, daerah aliran air dan daerah berpaya. Penyebararmya meliputi India, Ceylon, Asia Tropis dan Cina Selatan sampai ke bagian Utara Australia.

 

Makanan

Elang Bondol bersifat karnivora (pemakan daging) yakni memangsa mamalia kecil, ikan, katak, ketam, ular, kadal clan sebagainya.

 

Perkembangbiakan

Sarang dibangun pada pohon yang tinggi atau kadang-kadang pada suatu bangunan. Sarangnya terbuat dari ranting-ranting kering clan daun-daun hijau, kertas clan tulang. Telumya berjumlah 1- 4 buah. Telurnya dierami oleh burung betina yang disuapi oleh si jantan pasangannya. Masa pengeraman sekitar 26 – 27 hari. Anak burung meninggalkan sarang setelah 50 – 55 hari.

Filed under: FALCONRY, Raptor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My twitter

Gudang Foto

More Photos
Free Website Hosting
MoneyBux - Trusted PTC site
%d bloggers like this: