Ceps ibo Blog

Selamat Datang Bro…

JPU Korupsi APBD Inhu Dituding Terima Suap Rp 2 Juta

Kamis, 29 September 2011

Rengat – Jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasus korupsi APBD Inhu 116 Milyar, membantah tudingan para terdakwa yang telah di jatuhi vonis. Menyususl laporan para terdakwa terhadap Kepala Rutan Rengat ke Mapolda Riau, yang dilakukan oleh 8 terdakwa korupsi APBD Inhu melalui Penasehat Hukum (PH).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arkan Alfaisal SH yang dituduh PH para terdakwa telah menerima suap sebesar Rp 2 juta rupiah dari salah seorang terdakwa yang dilakukan melalui setoran ke nomor rekeningnya di salah satu bank.

Kepada wartawan Rabu (28/9/11) JPU, Arkan Alfaisal SH diruang kerjanya membantah keras tudingan tersebut. “Tidak mungkin saya minta uang kepada terdakwa sebagai mana yang dituduhkan PH terdakwa. Selain itu, jumlah uang yang dituduhkan itu pun hanya sejumlah Rp 2 juta dan tidak mungkin gara-gara uang Rp 2 juta, karir saya jadi korban” ujar Arkan Alfaisal yang juga menjabat Kasi Pidsus Kajari Rengat.

Ditambahkanya, apa yang dituduhkan oleh PH terdakwa, jauh hari dirinya juga telah mendapat informasi tersebut. sehingga langsung dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa Warseno. Sebab, tuduhan itu menyebutkan terdakwa Warseno telah mentransfer uang sejumlah Rp 2 juta ke nomor rekeningnya.

Dari sembilan pertanyaan yang diajukan kepada terdakwa Warseno, terkait tuduhan telah menyetor uang kepadanya. Yang intinya, Warseno tidak pernah menyetorkan uang sejumlah Rp 2 juta kepada nomor rekening Arkan. Bahkan dalam keteranganya Warseno tidak mengetahui nomor rekening JPU tersebut. “Pemeriksaan terhadap terdakwa dilakukan pada hari Senin tanggal 23 Agustus lalu” ungkapnya menambahkan.

Dijelaskan Arkan, nomor rekening yang dimaksudkan itu adalah nomor rekening saat dirinya masih bertugas di Natuna dulu dan nomor rekening itu tidak digunakan lagi. Sebab, nomor rekening itu khusus untuk gaji selama bertugas disana.

Untuk membuktikan adanya setoran itu, Arkan juga mengecek rekening tersebut pada Rabu (28/9/11). Dimana pada rekening itu pada tanggal 23 Maret 2011 ada uang masuk sebesar Rp 2 juta dari “Marsono” bukan Warseno. “Saya akan buat pernyataan menolak uang tersebut kepada bank. Karena tidak jelas sumbernya” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskanya, tuduhan itu kini dibeberkan Muharnis yang menjadi PH terdakwa tersebut disalah satu mendia cetak. Menanggapi itu, Arkan akan berupaya menempuh jalur hukum yang sudah mengarah kepada pencemaran nama baik.

“Ini sudah pencemaran nama baik, saya bisa tuntut balik PH tersebut. Dan yang menjadi pertanyaan bagi saya, kok bisa nomor rekening saya yang tidak dipakai itu jatuh ketangan orang-orang tidak bertanggung jawab “ tegas Arkan Alfaisal SH. ***(guh)

Sumber: riauterkini, Rabu, 28 September 2011


Bagikan informasi ini DisclaimerRedaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ceps Ibo

Filed under: Anti Korupsi, , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My twitter

Gudang Foto

More Photos
Free Website Hosting
MoneyBux - Trusted PTC site
%d bloggers like this: