Ceps ibo Blog

Selamat Datang Bro…

Narkoba dan Jebakan Polisi

TUGAS utama polisi adalah menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat. Hadirnya polisi dalam masyarakat diharapkan menghadirkan  perasaan lebih aman, lebih terayomi, dan lebih terlindungi.

Namun, tidak jarang, yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat merasa diteror dan dijebak oleh polisi. Itu bukan isapan jempol. Kasus seperti itu menimpa Lita Stephanie, 31, warga Jakarta, dini hari kemarin.

Lita mengaku dijebak polisi yang tengah razia di sekitar Jl Bangka, Jakarta Selatan. Di kotak P3K mobil Lita terdapat obat alergi. Namun, saat razia, obat itu dituding polisi sebagai narkoba. Padahal, ia bukan pemakai narkoba.

Polisi tetap ngotot itu narkoba, meskipun Lita meminta cek urine dan darah. Lita baru dilepaskan setelah dibantu adiknya yang datang ke lokasi razia dengan menyebut kenalannya seorang perwira tinggi di Polda Metro Jaya.

Kejadian yang menimpa Lita itu pun menjadi trending topic di media sosial. Perilaku polisi yang sewenang-wenang itu diadili di twitter.

Isu seputar penjebakan narkoba oleh polisi jahat telah menjadi cerita yang beredar dari mulut ke mulut sejak lama. Modusnya, polisi menaruh dengan sengaja barang bukti berupa ekstasi atau ganja atau jenis narkoba lainnya. Dengan rekayasa itu, korban yang dijebak dibikin tidak bisa mengelak.

Lita berani melawan kesewenang-wenangan polisi dan kasusnya mencuat di media sosial. Polri bisa saja bersikap defensif dan berdalih tidak ada bukti hukum anggotanya telah melakukan penjebakan dan berbuat sewenang-wenang. Sebagai penegak hukum, polisi bisa saja bersikukuh menganggap dirinya suci. Tapi siapa yang percaya?

Karena itu polri harus menangani persoalan itu dengan sangat serius. Polri tidak boleh menafikan penghakiman sosial. Kasus Lita juga menunjukkan posisi rakyat biasa yang sangat rentan menjadi korban penjebakan polisi jahat.

Saat razia, polisi melakukan pemeriksaan tanpa orang yang dirazia didampingi saksi independen. Dalam kasus Lita, polisi baru melepasnya setelah adiknya yang datang ke lokasi razia  menyebut kenalannya seorang perwira tinggi di Polda Metro Jaya.

Rakyat sedih dan malu punya polisi macam itu. Kita mendukung sepenuhnya tugas polisi dalam memberantas narkoba. Namun, kita tidak mentolerir bila ada polisi yang berpraktik penjahat, melakukan penjebakan dan pemerasan.

Sudah saatnya polisi mengubah paradigma pemberantasan narkoba. Jangan jadikan pemakai narkoba target operasi, sebab mereka merupakan korban, merupakan pasien yang seharusnya dibawa ke pusat rehabilitasi.

Target utama polisi ialah para produsen, pengedar, dan bandar narkoba. Itulah musuh utama yang harus dikejar dan diberantas, tanpa kompromi, tanpa hanky panky.

Adalah tanggung jawab Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk menindak polisi jahat. Kasus Lita harus menjadi yang terakhir.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/20/327312/70/13/Narkoba-dan-Jebakan-Polisi

Rabu, 20 Juni 2012 00:01 WIB

Filed under: sekilas info

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: