Ceps ibo Blog

Selamat Datang Bro…

Buku : Operasi Sandi Yudha : Melihat Kegiatan Intelijen Kopassus

sandi yudha
Pengertian intelijen mencakup Intelijen sebagai ilmu, intelijen sebagai badan atau organisasi, intelijen sebagai kegiatan.Kata intelijen berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” (kata benda), yang secara harfiah berarti kecerdasan (pengertian umum).Intelijen sebagai ilmu adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bahan atau keterangan yang diolah melalui suatu proses pengolahan dari bahan keterangan/informasi yang didapat. Bahan keterangan merupakan bahan dasar yang masih mentah. Bahan mentah ada yang memenuhi syarat dan ada yang tidak memenuhi syarat untuk dijadikan intelijen. Bahan mentah yang memenuhi syarat untuk dijadikan intelijen adalah bahan – bahan yang berkaitan dengan masalah keamanan, yang dapat dipercaya sumbernya dan relevan dengan masalah yang dicari atau dibutuhkan.ntelijen dalam pengertiannya sebagai organisasi merupakan badan/alat yang dipergunakan untuk menggerakkan kegiatan kegiatan intelijen sesuai dengan fungsinya, baik berupa penyelidikan, pengamanan maupun penggalangan untuk mencapai tujuan – tujuan intelijen guna memnuhi kepentingan pihak atasan yang berwenang dan bertanggung jawab. Yang penting untuk diperhatikan dalam penyusunan organisasi intelijen adalah faktor efisiensi, efektifitas dan produktivitas. Intelijen sebagai Organisasi/Badan menyangkut hal – hal dasar pengorganisasian dan bentuk organisasi. Intelijen sebagai kegiatan Kegiatan intelijen mencakup semua usaha, pekerjaan, kegiatan dan tindakan yang diwujudkan dalam bentuk penyelidikan, pengamanan dan penggalangan. Intelijen sebaggai ilmu dan organisasi telah banyak diketahui oleh masyarakat . Sebagai ilmu, intelijen dapat dipelajari, diketahui oleh siapapun. Di Universitas Indonesia juga telah ada Magister Kajian Intelijen Strategis yang mahasiswanya bukan hanya mahasiswa TNI, Polri tetapi hampir seluruh profesi di masyarakat. Intelijen sebagai kegiatan secara fakta, amat jarang, adanya justru bacaan, film-film fiktif semacam James Bond, Bouerne, dll, padahal semua itu belum tentu menggambarkan keadaan yang sesungguhnya tentang dunia intelijen yang memang samar-samar, bahkan gelap. Operasi Sandi Yudha, Menumpas Gerakan Klandestein karya Jendral(Pur) Dr. AM. Hendro Priyono terbitan PT Kompas Media Nusantara, adalah buku yang meyajikan bagaimana intelijen sebagai kegiatan dilakukan. Operasi Intelijen Strategis yang dilaksanakan oleh Komando Pasukan Khusus/Kopassus. Buku yang membawa pembaca larut dalam tahap demi tahap. Pembaca akan terbawa irama dan kegiatan dalam suatu operasi intelijen. Dari sisi penulisnya, sudah jelas , Jenderal Pur DR AM Hendropriyono sangat kapabel dan mempunyai akuntabilitas yang tinggi dalam hal intelijen. Pengalamannya bertugas di jajaran pasukan elit dan intelijen sangat bervariasi dan berkualitas. Jenjang kepangkatannnya yang mencapai puncak dalam milter, Jendral, jelas jaminan kualitas akan pengalaman yang dituangkan dalam buku ini. Buku yang tidak hanya mneguraikan kegiatan operasi intelijen strategis namun juga di lengkapi dengan intelijen sebagai ilmu, telahaan latar belakang politik penugasan yang diembanya. Inilah sisi kekuatan buku buku tulisan Hendro Priyono, bukan hanya mengurai peristiwa yang dialaminya tapi juga telaahan dan analisa yang berkualitas akademik. Hal ini ditunjang tingkat pendidikannya yang juga level tertinggi, lulusan Doktoral salah satu perguruan tinggi Top, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Buku ini patut dan layak dibaca bukan saja oleh para komunitas intelijen, namun juga anggota TNI, Polri, para pejabat,birokrat, masyarakat, mahasiswa, bahkan anggota DPR. Buku ini selain menguraikan sisi kegiatan operasi intelijen strategis Kopassus, juga memuat pendapat sang penulis tentang kegiatan intelijen yang tentunya bisa menjadi masukan bagi seluruh komponen bangsa ini untuk penataan organisasi intelijen demi kuat dan tegaknya negara tercinta. Karena sebagaimana disampaikan penulis; ” Prajurit tugas dan tahunya adalah bertempur sementara perang adalah urusan negara atau politik negara yang tentunya didalamnya ditentukan oleh pengambil kebijakan negara termasuk DPR. Kalau teras kurang barangkali hanya karena kurang puasnya, karena kupasan buku ini hanya terbatas kegiatan operasi intelijen pada zaman menjelang zaman Orba, sementara keingan tahuan masyarakat juga ada buku yang memuat operasi intelijen yang kasusnya ikut bersama pergulatan politik bangsa ini, seperti integrasi timor timur, tumbangnya rezim Orde baru dll. Namun seperti memang buku ini adalah awal dari informasi kegiatan intelijen yang tentunya tidak mungkin termuat dalam satu buku. Undang-Undang Intelijen membuka peluang untuk terbukanya sisi gelap, samar-samar kegiatan operasi intelijen. Seperti Amerika dalam Undang-Undang Intelijen, rahasia negara termasuk kegiatan operasi intelijen dalam kurun waktu tertten boleh dibuka untuk publik. Buku yang patut diapresiasi penerbitannya, untuk membuka wawasan, tentang Intelijen sebagai Kegiatan yang selama ini samar-samr , misterius, gelap, bahkan cenderung menjadi legenda yang karena waktu akan tertutup keaslian kegiatan aslinya/fakta. Legenda bercampur aduk antara fakta, asumsi, khayalan, dan selipan harapan atau pesan tersembunyi yang menceritakan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/achmedsukendro/operasi-sandi-yudha-melihat-kegiatan-intelijen-kopassus_552fceeb6ea8347c428b4579

Filed under: BAHAN BACAAN, INDONESIA, sejarah, Tentang Mu Indonesia

Buku “Kopassus untuk Indonesia; Rahasia Pasukan Komando”

kopassus

Kopassus untuk Indonesia

Menyamar Pedagang Durian hingga Sniper Ambon

Isi buku Kopassus untuk Indonesia yang diluncurkan Kopassus TNI-AD tak sembarangan. Buku dengan desain gaul itu membuka rahasia dapur korps terbaik ketiga di dunia itu, termasuk operasi intelijen bawah tanah. Seperti apa?
RIDLWAN HABIB, Jakarta

WANITA itu bukan tentara. Gaya pakaiannya juga santai. Turun dari mobil New Honda City metalik, dia disambut hormat oleh prajurit Kopassus. “Mbak Esti ini sudah kami anggap bagian dari keluarga,” kata Letkol Farid Makruf yang menyambut Esti di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Siang itu suasana sekitar Kesatrian Kopassus agak lengang. Sebab, pada jam dinas, semua prajurit sibuk dengan tugas masing-masing. “Sebelum mengenal mereka, saya benar-benar awam dengan dunia militer,” kata Esti yang sengaja berkunjung ke Kopassus untuk menemui Jawa Pos (Cenderawasih Pos Group).

Nama lengkapnya Erastiani Asikin Natanegara. Bersama penulis lain, Iwan Santosa, mereka diberi kepercayaan penuh oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus untuk menulis buku.

“Buku ini adalah buku resmi Kopassus pertama yang ditulis sipil dan untuk umum,” kata Letkol Farid yang ikut berbincang. Farid adalah alumnus Akmil 1991 yang juga menjadi salah satu narasumber buku. Mantan kepala staf pribadi (Kaspri) Danjen Kopassus itu juga menjadi anggota tim penyusun buku bersama 16 orang lainnya.

Menurut Farid, Kopassus sengaja meminta orang luar agar tulisannya objektif. “Mbak Esti ini mulai nul puthul. Kita memang buka apa adanya. Kalau mau ditulis jelek, ya tulis saja,” kata perwira asal Pulau Madura itu.

Isi buku setebal 345 halaman itu memang blak-blakan. Misalnya, cerita seorang anggota Sandhi Yudha Kopassus yang bertugas sebagai intelijen Kopassus saat masa darurat militer di Aceh pada 2003. Sersan Badri (nama samaran, Red) bertugas untuk masuk ke lingkaran utama Gerakan Aceh Merdeka.

Untuk menyukseskan misinya, Badri harus menyamar sebagai pedagang durian dari Medan. Berselang setahun, sendirian, Badri menembus akses untuk mendapat kepercayaan anggota GAM. “Saat paling sulit, saat dia diminta pimpinan GAM melindungi istrinya dari kejaran pasukan TNI. Selama tiga bulan, Badri harus mencari tempat kos yang aman dari kejaran TNI yang sebenarnya temannya sendiri,” katanya.
Agar jaringan intelijen sempurna dan tidak bocor, Badri tidak pernah diketahui identitasnya sebagai anggota Kopassus kecuali oleh beberapa pimpinan operasi. Meski menyamar sebagai pedagang durian, Badri menggunakan kesempatan itu untuk menyabot senjata-senjata GAM. “Misalnya, alat pembidik pada senapan-senapan GAM sengaja digeser agar tembakan mereka melenceng atau tidak tepat sasaran,” katanya.
Kisah lain yang juga sengaja dibuka Kopassus adalah tim Kopassus yang bertugas mengamankan kerusuhan Ambon pada Januari 2001. Mereka bertugas di tengah-tengah kelompok Merah (Nasrani) dan kelompok Putih (muslim). Namun, ternyata, sumber kerusuhan adalah sniper (penembak jitu) gelap yang memprovokasi serangan.

Narasumber dalam kisah itu adalah Wakil Asisten Intelijen Kopassus Letkol Nyoman Cantiasa yang saat itu masih berpangkat kapten. Kebetulan Nyoman pernah menceritakan kisahnya secara singkat kepada Jawa Pos beberapa bulan lalu saat tak sengaja bertemu di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Dalam buku itu, dikisahkan bahwa Nyoman memerintahkan beberapa anggota tim untuk mencari asal sniper yang menembak di malam hari. Ternyata, para perusuh itu bersembunyi di Hotel Wijaya II Ambon. Mereka juga menyadap saluran HT pasukan Nyoman. Bahkan, kata sandi Nyoman saat itu yakni Arjuna 2 juga diketahui.

Berdasar penghitungan matang, Nyoman akhirnya memerintahkan tim dengan seizin Pangdam Pattimura (saat itu dijabat Mayjen M. Yasa) menyerbu Hotel Wijaya. Terjadi baku tembak selama dua jam sebelum seluruh sniper dilumpuhkan. Mereka berhasil menyita beragam senjata, seperti AK 101, AK 102, SKS, MK1, SS1 , M16, dan US Karabine 30 mm.

Selain Aceh dan Ambon, Kopassus membuka kisah di balik operasi-operasi di Papua, Timor Leste (dulu Timor Timur), dan berbagai lokasi lain di Indonesia. Tidak khawatir strategi Kopassus bocor ke tangan intelijen asing? Menurut Farid, kekhawatiran selalu ada. “Tapi, ibarat memasak nasi goreng. Bumbunya tidak semua orang tahu, tapi hasilnya enak. Jadi, secara detail teknisnya masih kami tutupi,” kata Farid yang sekarang menjabat kepala penerangan Kopassus itu.

Tanpa bermaksud sombong, kata Farid, Kopassus mempunyai kemampuan intelijen dan antiteror yang bisa diandalkan. “Rata-rata pembebasan sandera hanya butuh tiga menit. Di Woyla dulu juga cukup tiga menit,” katanya.

Saat ditanya tentang operasi Densus 88 di Temanggung yang butuh waktu 17 jam untuk meringkus Ibrohim, otak peledakan Ritz-Carlton, Farid menggeleng. “Kami tidak mau mengomentari keahlian orang lain. Cukuplah masyarakat yang menilai dengan buku. Kalau memang Kopassus jelek, ya, silakan dianggap jelek. Apa pun itu kami bangga bertugas demi negara. Itu kehormatan komando,” kata perwira yang pernah dikirim ke Sierra Leone, Afrika, itu.

Masih banyak kisah lain yang ditulis Esti. Misalnya, proses perekrutan anggota Kopassus yang ketat. Seorang prajurit yang bisa diterima Kopassus harus bisa berlari 12 menit dengan jarak tempuh minimal 2.800 meter. Lalu pull up 12 kali, push up 40 kali minimal dalam satu menit, sit up 40 kali minimal dalam satu menit, renang dasar 50 meter dan tidak takut ketinggian lebih dari 15 meter.

Setelah itu mereka harus ikut seleksi psikologi dan jika lolos harus menjalani pendidikan komando selama tujuh bulan. Pelatihan itu sangat berat. “Mereka punya istilah kaki tomat, yakni kaki yang melepuh karena harus long march dari Bandung ke Cilacap jalan kaki dengan jarak tempuh 500 kilometer selama 10 hari dengan beban perorangan 30 kg di pundak,” kata Esti.

Kisah-kisah kegalakan pelatih juga dideskripsikan. Misalnya, galaknya Kapten Encun di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar. Encun yang ahli melempar pisau komando itu sudah melatih spesialisasi komando 26 tahun. “Semua pohon randu di Batujajar tidak ada yang selamat. Semua dibabat habis untuk latihan lempar pisau,” katanya.

Kisah-kisah humanis anggota Kopassus saat bertugas di luar negeri juga dideskripsikan. Juga saat korps baret merah itu menjadi garda depan penanggulangan bencana alam. Wanita alumnus Sastra Tiongkok, Universitas Indonesia itu mengaku hanya butuh tiga minggu untuk menyelesaikan bukunya.

“Sehari saya wawancara delapan hingga 10 prajurit, mulai pangkat terbawah sampai jenderal,” katanya. Interaksi tiga minggu itu telah mengubah pandangannya tentang Kopassus. “Mereka orang-orang aneh yang mengidap adrenalin junkie, yakni orang yang bekerja sangat prima dalam kondisi stres dan dalam tekanan tinggi,” katanya.

Dia mencontohkan salah seorang bintara bernama Serka Sumardi. Orang itu istimewa karena sudah 14 kali ditugaskan di medan operasi. Sedangkan rata-rata prajurit yang lain hanya empat kali. Sumardi pernah sekali ditugaskan sebagai anggota pasukan PBB di Bosnia.
“Saat saya tanya apa yang paling enak dalam penugasan, dia menjawab saat dikirim ke Bosnia karena bisa merasakan enaknya landing (mendarat). Ternyata selama 14 kali terjun operasi, dia selalu dilempar ke udara dengan parasut dan belum pernah sekalipun naik pesawat. Ini ndeso, tapi jujur,” kata Esti sambil melirik Farid.

Farid tertawa lepas. “Kisah-kisah seperti itu kami harap bisa menarik minat anak muda bergabung ke Kopassus. Kalau yang tua-tua, terus terang, kami capek meyakinkan mereka,” katanya. (*/iro) (scorpions)

Sumber: Jawa Pos, 11 Januari 2010

 

Filed under: BAHAN BACAAN, INDONESIA, sekilas info

Malam Tetaplah Malam oleh: PAS

Malam hari tetaplah malam
Tak pernah bisa menghilang
Akan terus ia datang
Dimana kau terlelap

Betapapun sedihnya awan
Tak mungkin bisa bicara
KepadaNya kita minta
Mengantarmu begadang

Malam kutunggu datang
Bertabur bintang terangilah diriku
Malam berilah jawaban… jawaban

Tak pernah kita yakini
Apa yang terjadi di esok hari
Akankah datang bahagia
Ataukah duka lara

Serahkan kepada bulan
Cahaya darimu alam
Semoga senantiasa
Bawakan gita cinta

Download Klip : Klik here

Filed under: All about Musik, INDONESIA

Harapan Tak Boleh Mati

Iwan Fals ( Single Tsunami Aceh 2004 )

Kepiting kecil diatas kasur
Terombang ambing mengikuti ombak
Kapal laut di trotoar jalan
Kesepian menunggu penumpang
Ada orang nyangkut diatap rumah
Motor dan mobilnya nyangsang di pohon

Doa sedih lagu sedih puisi sedih
Menghiasi televisi koran dan hari hari kami
Warnanya biru lebam kehitam hitaman
Baunya busuk merogoh sukma siapa saja
Sumbangan dan sukarelawan menumpuk
Kepanikan bertumpuk tumpuk

Balok balok kayu berceceran di jalanan
Sehabis menghantam siapapun
Ribuan bayi anak anak dan orang dewasa mati
Dan menjadi pengungsi di kota mati
Butuh waktu tahunan untuk menghidupi
Tapi ini semua kenyataan yang harus kita hadapi
Harapan tidak boleh mati
Walau masjid dipenuhi sampah dan orang mati

Oh negeriku sayang bangkit kembali
Jangan berkecil hati bangkit kembali
Oh yang ditinggalkan tabahlah sayang
Ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang

Kepiting kecil diatas kasur
Terombang ambing mengikuti ombak
Kapal laut di trotoar jalan
Kesepian menunggu penumpang

Oh negeriku sayang bangkit kembali
Jangan berkecil hati bangkit kembali
Kau yang ditinggalkan tabahlah sayang
Ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang

Kepiting kecil diatas kasur
Terombang ambing mengikuti ombak

Filed under: INDONESIA, IWAN FALS

Iwan Fals – Bangunlah Putra Putri Pertiwi

Intro C f C C G
f C f C

C f C
Sinar Matamu Tajam Namun Ragu
C G
Kokoh Sayapmu Semua Tahu
C f C
Tegap Tubuhmu Takkan Tergoyahkan
C G
Kuat Jarimu Kalau Mencengkeram

Dm
Bermacam Suku Yang Berbeda
G C
Bersatu Dalam Cengkeramanmu

C f C
Angin Genit Mengelus Merah Putihku
C G
Yang Berkibar Sedikit Malu-malu
C f C
Merah Membara Tertanam Wibawa
C G
Putihmu Suci Penuh Kharisma

Dm
Pulau Pulau Yang Berpencar
f G C
Bersatu Dalam Kibarmu

Chorus
f G C f C
Terbanglah Garudaku
Am f C
Singkirkan Kutu-kutu Di Sayapmu

Intro f C G f C

f G C f C
Berkibarlah Benderaku
Am G f C
Singkirkan Benalu Di Tiangmu
f C f C
Jangan Ragu dan Jangan Malu
Am G
Tunjukkan Pada Dunia
f G C
Bahwa Sebenarnya Kita Mampu

Intro C f C G f C

C f C
Mentari Pagi Sudah Membumbung Tinggi
C G
Bangunlah Putra Putri Ibu Pertiwi
C G C
Mari Mandi dan Gosok Gigi

Dm
Setelah itu Kita Berjanji
f G Am
Tadi Pagi Esok Hari Atau Lusa Nanti
f G C
Garuda Bukan Burung Perkutut
f G C
Sang Saka Bukan Sandang Pembalut
Am
dan Coba Kau Dengarkan
G f G f C
Pancasila itu Bukanlah Rumus Kode Buntut
Am G C
Yang Hanya Berisikan Harapan
Am G C
Yang Hanya Berisikan Khayalan

Outro C f G C f G C f G C

Filed under: All about Musik, INDONESIA

Iwan Fals – Nyanyian Jiwa

Intro : Am D Am

 Am                               Em
Nyanyian jiwa bersayap menembus awan jingga
 F                         C  G      Am
Mega-mega terberai diterjang,., halilintar
Am                              Em
Mata hati bagai pisau merobek sanksi
 F                    C  G       Am
Hari ini ku telan semua,., masa lalu

Reff :
   F                  Em
Biru, biru, biru, biruku
    F                    G
Hitam, hitam, hitam, hitamku
F
Aku sering ditikam cinta pernah dilemparkan badai
                    Am    G
Tapi aku tetap berdiri ohhh,.,.,

Interlude : Am

 Am
* Nyanyian jiwa haruslah dijaga
 Am
  Matahati haruslah diasah
 Am
  Nyanyian jiwa haruslah dijaga
 Am
  Matahati haruslah diasah

Am
Menjeritalah.,.,.,
              Em
Menjeritlah selagi bisa,.,.,
     F
Menangislah,.,.,.,.
                C   G         Am
Jika itu dianggap,.,. penyelesaian,.,.,

Filed under: All about Musik, INDONESIA

Bondan Prakoso & Fade2Black – Ya Sudahlah

A                E
ketika mimpimu yang begitu indah
Bm            F#m
tak pernah terwujud ya sudahlah
A                E
saat kau berlari mengejar anganmu
Bm           F#m E
dan tak pernah sampai ya sudahlah

[chorus]
A              E
apapun yang terjadi
Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
Bm              F#m E
cause everythings gonna be ok

A
satu dari sekian kemungkinan
E
kau jatuh tanpa ada harapan
Bm
saat itu raga kupersembahkan
F#m
bersama jiwa cita-cita dan harapan

A
kita sambung satu persatu sebab akibat
E
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
Bm
menuntun ke arah mata angin bahagia
F#m
kau dan aku tahu jalan selalu ada

A
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
E
bagai deras ombak yang menabrak karang
Bm
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
F#m            E
hadapi bersamaku hingga akhir datang

A               E
saat kau berharap keramahan cinta
Bm          F#m
tak pernah kau dapat ya sudahlah yeah
A                     E
dengar ku bernyanyi lalalalala heyeyeyeyeyayaya
Bm      F#m        E
dedum dedudedadedudidam semua ini belum beakhir

[chorus]
A              E
apapun yang terjadi
Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
Bm                                   F#m E
cause everythings gonna be ok

D
satu kan langkah langkah yang beriring
E
genggam hati rangkul emosi
F#m               C#m
genggamlah hatiku satukan langkah kita
D
sama rasa tanpa pamrih
E
ini cinta across the sea
F#m            C#m
peluklah diriku terbang bersamaku
D             E
melayang jauhh.. woo..woo.. yeeahhh.. (come fly with me, baby)

A
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
E
sosok ini yg menerima kelemahan hati
Bm
yea..aku cinta kau.. ini cinta kita
F#m
cukup satu waktu yes untuk satu cinta

A
satu cinta ini akan tuntun jalanku
E
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
Bm
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
F#m     E
bahagia hingga ujung waktu

[chorus]
A              E
apapun yang terjadi
Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
Bm              F#m E
cause everythings gonna be ok

A              E
apapun yang terjadi
Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
Bm              F#m E
cause everythings gonna be ok

A              E
apapun yang terjadi
Bm          F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A                E
janganlah kau bersedih
Bm                           F#m E A
cause everythings gonna be ok

Bondan Prakoso & Fade 2 Black – Ya Sudahlah.mp3

Filed under: All about Musik, INDONESIA

More Info Chat with Me

Gateway Pulsa Elektrik via YM

Mau Dapet Uang Dari Twitter

SponsoredTweets referral badge

Arsip Ceps Ibo

Kategori

http://iwanfalsmania.blogspot.com
My Popularity (by popuri.us)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 355 other followers

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

My twitter

Gudang Foto

Free Website Hosting
MoneyBux - Trusted PTC site
%d bloggers like this: