Ceps ibo Blog

Selamat Datang Bro…

Operasi WOYLA, 3 Menit Paling Menegangkan Dalam Sejarah KOPASSUS

Wolya1

Operasi pembebasan pesawat DC-9 dikenal dengan sebutan Operasi Woyla. Operasi ini dimulai sehari setelah tersiarnya kabar pembajakan tersebut. Pada pukul 21.00 WIB, 29 Maret 1981, 35 anggota Kopassandha meninggalkan Indonesia dalam sebuah DC-10, mengenakan pakaian sipil.

“Komando! Komado! Semua tiarap! Tiarap!”

Teriakan itu mengejutkan semua orang di dalam kabin pesawat DC-9. Jam menunjukkan pukul 02.45 waktu Bangkok. Secara cepat tim penyergap antiteror menerobos masuk pesawat.

Tembakan senapan serbu semiotomatis terdengar menyalak beberapa kali. Drama penyanderaan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Thailand itu berakhir dalam waktu tiga menit.

Aksi pembebasan sandera Garuda Woyla melambungkan nama pasukan khusus Indonesia. Hari ini tepat 34 tahun peristiwa itu berlangsung.

Drama penyanderaan pesawat Garuda GA-206 ‘Woyla’ rute Jakarta-Medan itu dimulai Sabtu 28 Maret 1981. Setelah transit di Palembang, tiba-tiba seorang pria berpistol memasuki ruangan kokpit.

Kapten Pilot Herman Rante dipaksa mengalihkan penerbangan ke Colombo, Srilanka. Namun Herman menjelaskan bahan bakar pesawat tak cukup. Akhirnya pesawat mendarat di Penang, lalu kemudian menuju Bandara Don Muang, Bangkok.

wolya2

Pihak intelijen Indonesia menyebut kelima orang pembajak berasal dari kelompok Komando Jihad. Mereka adalah Zulfikar T Djohan Mirza, Sofyan Effendy, Wendy Mohammad Zein, Mahrizal dan Mulyono.

Pembajak menuntut pemerintah Indonesia membebaskan 80 anggota Komando Jihad yang dipenjara karena beberapa kasus. Antara lain penyerangan Mapolsek Pasir Kaliki, Teror Warman di Raja Paloh dan aksi lainnya sepanjang 1978-1980. Selain itu, mereka juga meminta uang USD 1,5 juta.

Presiden Soeharto menjawab tuntutan itu dengan aksi militer. Asintel Panglima ABRI Mayjen Benny Moerdani menjelaskan keberhasilan operasi militer adalah 50:50.

Masalahnya saat itu seluruh kekuatan ABRI sedang menggelar latihan gabungan di Ambon. Begitu juga dengan para prajurit Kopasandha. Para pasukan yang sudah melakukan latihan antiteror malah sedang mengikuti Latgab di Ambon.

Perwira paling senior di Markas Baret Merah itu tinggal Letkol Sintong Panjaitan. Perwira menengah tersebut tak ikut ke Ambon karena kakinya patah saat mengikuti latihan terjun payung. Untuk berjalan saja, Sintong harus dibantu tongkat.

Kini dia yang harus memimpin operasi pembebasan sandera itu. Uniknya, Sintong akhirnya memaksakan diri berjalan tanpa tongkat begitu Komandan Kopasandha Brigjen Yogie S Memet memerintahkannya memimpin operasi.

“Masak komandan memimpin operasi militer pakai tongkat,” kata Sintong.

Dalam waktu singkat Sintong memilih pasukan yang tersedia di Mako Kopasandha. Seluruh prajurit baret merah yang kelak bernama Kopassus ini bersemangat mengikuti operasi tersebut.

Sintong sadar. Waktu melatih pasukan ini cuma beberapa hari. Selama tim berlatih di Hanggar Garuda, pemerintah Indonesia terus melobi Kerajaan Thailand agar diperbolehkan menggelar operasi militer.

Tanggal 30 Maret 1981 pasukan bertolak ke Bangkok. Sambil menunggu jam ‘J’ mereka terus berlatih.

wolya3

Akhirnya lampu hijau diberikan pemerintah Thailand. Pasukan Komando Indonesia diberi izin melakukan operasi militer di Bandara Don Muang. Disepakati waktu penyerangan adalah jam 03.00.

Namun diputuskan waktu penyerangan dimajukan. Dengan sigap para prajurit itu melakukan tugasnya. Lima orang pembajak ditembak mati. Tak ada satu pun sandera yang terluka.

Namun Kapten Pilot Herman Rante dan seorang anggota Kopasandha, Capa Ahmad Kirang juga tertembak. Mereka meninggal beberapa hari kemudian saat dalam perawatan.

Seluruh pasukan antiteror mendapat Bintang Sakti. Sebuah penghargaan tertinggi dalam dunia militer Indonesia. Mereka juga mendapat kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat.

Kelak Kopassus menamakan pasukan antiterornya dengan nama Sat-81 Gultor. Angka 81 ini diambil dari tahun terjadinya peristiwa Woyla.

sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/operasi-woyla-3-menit-paling-menegangkan-dalam-sejarah-kopassus.html

Filed under: BAHAN BACAAN, sejarah, Tentang Mu Indonesia

Buku : Operasi Sandi Yudha : Melihat Kegiatan Intelijen Kopassus

sandi yudha
Pengertian intelijen mencakup Intelijen sebagai ilmu, intelijen sebagai badan atau organisasi, intelijen sebagai kegiatan.Kata intelijen berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” (kata benda), yang secara harfiah berarti kecerdasan (pengertian umum).Intelijen sebagai ilmu adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bahan atau keterangan yang diolah melalui suatu proses pengolahan dari bahan keterangan/informasi yang didapat. Bahan keterangan merupakan bahan dasar yang masih mentah. Bahan mentah ada yang memenuhi syarat dan ada yang tidak memenuhi syarat untuk dijadikan intelijen. Bahan mentah yang memenuhi syarat untuk dijadikan intelijen adalah bahan – bahan yang berkaitan dengan masalah keamanan, yang dapat dipercaya sumbernya dan relevan dengan masalah yang dicari atau dibutuhkan.ntelijen dalam pengertiannya sebagai organisasi merupakan badan/alat yang dipergunakan untuk menggerakkan kegiatan kegiatan intelijen sesuai dengan fungsinya, baik berupa penyelidikan, pengamanan maupun penggalangan untuk mencapai tujuan – tujuan intelijen guna memnuhi kepentingan pihak atasan yang berwenang dan bertanggung jawab. Yang penting untuk diperhatikan dalam penyusunan organisasi intelijen adalah faktor efisiensi, efektifitas dan produktivitas. Intelijen sebagai Organisasi/Badan menyangkut hal – hal dasar pengorganisasian dan bentuk organisasi. Intelijen sebagai kegiatan Kegiatan intelijen mencakup semua usaha, pekerjaan, kegiatan dan tindakan yang diwujudkan dalam bentuk penyelidikan, pengamanan dan penggalangan. Intelijen sebaggai ilmu dan organisasi telah banyak diketahui oleh masyarakat . Sebagai ilmu, intelijen dapat dipelajari, diketahui oleh siapapun. Di Universitas Indonesia juga telah ada Magister Kajian Intelijen Strategis yang mahasiswanya bukan hanya mahasiswa TNI, Polri tetapi hampir seluruh profesi di masyarakat. Intelijen sebagai kegiatan secara fakta, amat jarang, adanya justru bacaan, film-film fiktif semacam James Bond, Bouerne, dll, padahal semua itu belum tentu menggambarkan keadaan yang sesungguhnya tentang dunia intelijen yang memang samar-samar, bahkan gelap. Operasi Sandi Yudha, Menumpas Gerakan Klandestein karya Jendral(Pur) Dr. AM. Hendro Priyono terbitan PT Kompas Media Nusantara, adalah buku yang meyajikan bagaimana intelijen sebagai kegiatan dilakukan. Operasi Intelijen Strategis yang dilaksanakan oleh Komando Pasukan Khusus/Kopassus. Buku yang membawa pembaca larut dalam tahap demi tahap. Pembaca akan terbawa irama dan kegiatan dalam suatu operasi intelijen. Dari sisi penulisnya, sudah jelas , Jenderal Pur DR AM Hendropriyono sangat kapabel dan mempunyai akuntabilitas yang tinggi dalam hal intelijen. Pengalamannya bertugas di jajaran pasukan elit dan intelijen sangat bervariasi dan berkualitas. Jenjang kepangkatannnya yang mencapai puncak dalam milter, Jendral, jelas jaminan kualitas akan pengalaman yang dituangkan dalam buku ini. Buku yang tidak hanya mneguraikan kegiatan operasi intelijen strategis namun juga di lengkapi dengan intelijen sebagai ilmu, telahaan latar belakang politik penugasan yang diembanya. Inilah sisi kekuatan buku buku tulisan Hendro Priyono, bukan hanya mengurai peristiwa yang dialaminya tapi juga telaahan dan analisa yang berkualitas akademik. Hal ini ditunjang tingkat pendidikannya yang juga level tertinggi, lulusan Doktoral salah satu perguruan tinggi Top, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Buku ini patut dan layak dibaca bukan saja oleh para komunitas intelijen, namun juga anggota TNI, Polri, para pejabat,birokrat, masyarakat, mahasiswa, bahkan anggota DPR. Buku ini selain menguraikan sisi kegiatan operasi intelijen strategis Kopassus, juga memuat pendapat sang penulis tentang kegiatan intelijen yang tentunya bisa menjadi masukan bagi seluruh komponen bangsa ini untuk penataan organisasi intelijen demi kuat dan tegaknya negara tercinta. Karena sebagaimana disampaikan penulis; ” Prajurit tugas dan tahunya adalah bertempur sementara perang adalah urusan negara atau politik negara yang tentunya didalamnya ditentukan oleh pengambil kebijakan negara termasuk DPR. Kalau teras kurang barangkali hanya karena kurang puasnya, karena kupasan buku ini hanya terbatas kegiatan operasi intelijen pada zaman menjelang zaman Orba, sementara keingan tahuan masyarakat juga ada buku yang memuat operasi intelijen yang kasusnya ikut bersama pergulatan politik bangsa ini, seperti integrasi timor timur, tumbangnya rezim Orde baru dll. Namun seperti memang buku ini adalah awal dari informasi kegiatan intelijen yang tentunya tidak mungkin termuat dalam satu buku. Undang-Undang Intelijen membuka peluang untuk terbukanya sisi gelap, samar-samar kegiatan operasi intelijen. Seperti Amerika dalam Undang-Undang Intelijen, rahasia negara termasuk kegiatan operasi intelijen dalam kurun waktu tertten boleh dibuka untuk publik. Buku yang patut diapresiasi penerbitannya, untuk membuka wawasan, tentang Intelijen sebagai Kegiatan yang selama ini samar-samr , misterius, gelap, bahkan cenderung menjadi legenda yang karena waktu akan tertutup keaslian kegiatan aslinya/fakta. Legenda bercampur aduk antara fakta, asumsi, khayalan, dan selipan harapan atau pesan tersembunyi yang menceritakan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/achmedsukendro/operasi-sandi-yudha-melihat-kegiatan-intelijen-kopassus_552fceeb6ea8347c428b4579

Filed under: BAHAN BACAAN, INDONESIA, sejarah, Tentang Mu Indonesia

Buku “Kopassus untuk Indonesia; Rahasia Pasukan Komando”

kopassus

Kopassus untuk Indonesia

Menyamar Pedagang Durian hingga Sniper Ambon

Isi buku Kopassus untuk Indonesia yang diluncurkan Kopassus TNI-AD tak sembarangan. Buku dengan desain gaul itu membuka rahasia dapur korps terbaik ketiga di dunia itu, termasuk operasi intelijen bawah tanah. Seperti apa?
RIDLWAN HABIB, Jakarta

WANITA itu bukan tentara. Gaya pakaiannya juga santai. Turun dari mobil New Honda City metalik, dia disambut hormat oleh prajurit Kopassus. “Mbak Esti ini sudah kami anggap bagian dari keluarga,” kata Letkol Farid Makruf yang menyambut Esti di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Siang itu suasana sekitar Kesatrian Kopassus agak lengang. Sebab, pada jam dinas, semua prajurit sibuk dengan tugas masing-masing. “Sebelum mengenal mereka, saya benar-benar awam dengan dunia militer,” kata Esti yang sengaja berkunjung ke Kopassus untuk menemui Jawa Pos (Cenderawasih Pos Group).

Nama lengkapnya Erastiani Asikin Natanegara. Bersama penulis lain, Iwan Santosa, mereka diberi kepercayaan penuh oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus untuk menulis buku.

“Buku ini adalah buku resmi Kopassus pertama yang ditulis sipil dan untuk umum,” kata Letkol Farid yang ikut berbincang. Farid adalah alumnus Akmil 1991 yang juga menjadi salah satu narasumber buku. Mantan kepala staf pribadi (Kaspri) Danjen Kopassus itu juga menjadi anggota tim penyusun buku bersama 16 orang lainnya.

Menurut Farid, Kopassus sengaja meminta orang luar agar tulisannya objektif. “Mbak Esti ini mulai nul puthul. Kita memang buka apa adanya. Kalau mau ditulis jelek, ya tulis saja,” kata perwira asal Pulau Madura itu.

Isi buku setebal 345 halaman itu memang blak-blakan. Misalnya, cerita seorang anggota Sandhi Yudha Kopassus yang bertugas sebagai intelijen Kopassus saat masa darurat militer di Aceh pada 2003. Sersan Badri (nama samaran, Red) bertugas untuk masuk ke lingkaran utama Gerakan Aceh Merdeka.

Untuk menyukseskan misinya, Badri harus menyamar sebagai pedagang durian dari Medan. Berselang setahun, sendirian, Badri menembus akses untuk mendapat kepercayaan anggota GAM. “Saat paling sulit, saat dia diminta pimpinan GAM melindungi istrinya dari kejaran pasukan TNI. Selama tiga bulan, Badri harus mencari tempat kos yang aman dari kejaran TNI yang sebenarnya temannya sendiri,” katanya.
Agar jaringan intelijen sempurna dan tidak bocor, Badri tidak pernah diketahui identitasnya sebagai anggota Kopassus kecuali oleh beberapa pimpinan operasi. Meski menyamar sebagai pedagang durian, Badri menggunakan kesempatan itu untuk menyabot senjata-senjata GAM. “Misalnya, alat pembidik pada senapan-senapan GAM sengaja digeser agar tembakan mereka melenceng atau tidak tepat sasaran,” katanya.
Kisah lain yang juga sengaja dibuka Kopassus adalah tim Kopassus yang bertugas mengamankan kerusuhan Ambon pada Januari 2001. Mereka bertugas di tengah-tengah kelompok Merah (Nasrani) dan kelompok Putih (muslim). Namun, ternyata, sumber kerusuhan adalah sniper (penembak jitu) gelap yang memprovokasi serangan.

Narasumber dalam kisah itu adalah Wakil Asisten Intelijen Kopassus Letkol Nyoman Cantiasa yang saat itu masih berpangkat kapten. Kebetulan Nyoman pernah menceritakan kisahnya secara singkat kepada Jawa Pos beberapa bulan lalu saat tak sengaja bertemu di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Dalam buku itu, dikisahkan bahwa Nyoman memerintahkan beberapa anggota tim untuk mencari asal sniper yang menembak di malam hari. Ternyata, para perusuh itu bersembunyi di Hotel Wijaya II Ambon. Mereka juga menyadap saluran HT pasukan Nyoman. Bahkan, kata sandi Nyoman saat itu yakni Arjuna 2 juga diketahui.

Berdasar penghitungan matang, Nyoman akhirnya memerintahkan tim dengan seizin Pangdam Pattimura (saat itu dijabat Mayjen M. Yasa) menyerbu Hotel Wijaya. Terjadi baku tembak selama dua jam sebelum seluruh sniper dilumpuhkan. Mereka berhasil menyita beragam senjata, seperti AK 101, AK 102, SKS, MK1, SS1 , M16, dan US Karabine 30 mm.

Selain Aceh dan Ambon, Kopassus membuka kisah di balik operasi-operasi di Papua, Timor Leste (dulu Timor Timur), dan berbagai lokasi lain di Indonesia. Tidak khawatir strategi Kopassus bocor ke tangan intelijen asing? Menurut Farid, kekhawatiran selalu ada. “Tapi, ibarat memasak nasi goreng. Bumbunya tidak semua orang tahu, tapi hasilnya enak. Jadi, secara detail teknisnya masih kami tutupi,” kata Farid yang sekarang menjabat kepala penerangan Kopassus itu.

Tanpa bermaksud sombong, kata Farid, Kopassus mempunyai kemampuan intelijen dan antiteror yang bisa diandalkan. “Rata-rata pembebasan sandera hanya butuh tiga menit. Di Woyla dulu juga cukup tiga menit,” katanya.

Saat ditanya tentang operasi Densus 88 di Temanggung yang butuh waktu 17 jam untuk meringkus Ibrohim, otak peledakan Ritz-Carlton, Farid menggeleng. “Kami tidak mau mengomentari keahlian orang lain. Cukuplah masyarakat yang menilai dengan buku. Kalau memang Kopassus jelek, ya, silakan dianggap jelek. Apa pun itu kami bangga bertugas demi negara. Itu kehormatan komando,” kata perwira yang pernah dikirim ke Sierra Leone, Afrika, itu.

Masih banyak kisah lain yang ditulis Esti. Misalnya, proses perekrutan anggota Kopassus yang ketat. Seorang prajurit yang bisa diterima Kopassus harus bisa berlari 12 menit dengan jarak tempuh minimal 2.800 meter. Lalu pull up 12 kali, push up 40 kali minimal dalam satu menit, sit up 40 kali minimal dalam satu menit, renang dasar 50 meter dan tidak takut ketinggian lebih dari 15 meter.

Setelah itu mereka harus ikut seleksi psikologi dan jika lolos harus menjalani pendidikan komando selama tujuh bulan. Pelatihan itu sangat berat. “Mereka punya istilah kaki tomat, yakni kaki yang melepuh karena harus long march dari Bandung ke Cilacap jalan kaki dengan jarak tempuh 500 kilometer selama 10 hari dengan beban perorangan 30 kg di pundak,” kata Esti.

Kisah-kisah kegalakan pelatih juga dideskripsikan. Misalnya, galaknya Kapten Encun di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar. Encun yang ahli melempar pisau komando itu sudah melatih spesialisasi komando 26 tahun. “Semua pohon randu di Batujajar tidak ada yang selamat. Semua dibabat habis untuk latihan lempar pisau,” katanya.

Kisah-kisah humanis anggota Kopassus saat bertugas di luar negeri juga dideskripsikan. Juga saat korps baret merah itu menjadi garda depan penanggulangan bencana alam. Wanita alumnus Sastra Tiongkok, Universitas Indonesia itu mengaku hanya butuh tiga minggu untuk menyelesaikan bukunya.

“Sehari saya wawancara delapan hingga 10 prajurit, mulai pangkat terbawah sampai jenderal,” katanya. Interaksi tiga minggu itu telah mengubah pandangannya tentang Kopassus. “Mereka orang-orang aneh yang mengidap adrenalin junkie, yakni orang yang bekerja sangat prima dalam kondisi stres dan dalam tekanan tinggi,” katanya.

Dia mencontohkan salah seorang bintara bernama Serka Sumardi. Orang itu istimewa karena sudah 14 kali ditugaskan di medan operasi. Sedangkan rata-rata prajurit yang lain hanya empat kali. Sumardi pernah sekali ditugaskan sebagai anggota pasukan PBB di Bosnia.
“Saat saya tanya apa yang paling enak dalam penugasan, dia menjawab saat dikirim ke Bosnia karena bisa merasakan enaknya landing (mendarat). Ternyata selama 14 kali terjun operasi, dia selalu dilempar ke udara dengan parasut dan belum pernah sekalipun naik pesawat. Ini ndeso, tapi jujur,” kata Esti sambil melirik Farid.

Farid tertawa lepas. “Kisah-kisah seperti itu kami harap bisa menarik minat anak muda bergabung ke Kopassus. Kalau yang tua-tua, terus terang, kami capek meyakinkan mereka,” katanya. (*/iro) (scorpions)

Sumber: Jawa Pos, 11 Januari 2010

 

Filed under: BAHAN BACAAN, INDONESIA, sekilas info

Diam itu Emas

Jangan mengira bahwa orang yang memilih diam itu karena tidak mampu membalas.

Boleh jadi dia memilih diam agar tak ada yang terluka..
Atau karena menahan perih dan khawatir bila ucapannya hanya akan menambah perih..
Ada juga yang merasa bahwa diam adalah jawaban terbaik..
Ada juga yang menyadari bahwa bila ia bicara, maka ucapannya tak akan bermanfaat..
Dan ada juga yang memilih diam disaat amarah memuncak, agar tak ada yang dirugikan oleh amarahnya..

Karena diam itu emas..
Kecuali mendiamkan kemungkaran..
Diam membuatmu tinggi..
Diam adalah cara lain untuk menang..
Jadi bicaralah yang baik atau diam.. 😳

Oleh Ust. Aan Chandra Thalib

Filed under: BAHAN BACAAN, Buku Harian, Cerita Ku, Ceritaku,

Sejarah dan Kronologis Peristiwa G30S/PKI

Sebelum terjadinya peristiwa G30S/PKI, Partai Komunis Indonesia (PKI) tercatat sebagai Partai Komunis yang paling besar di dunia tanpa menghitung partai komunis yang ada di Uni Soviet maupun Tiongkok. Ketika dilakukan audit pada tahun 1965, tercatat bahwa anggota aktif dari partai ini melebihi angka 3,5 juta, belum termasuk 3 juta jiwa yang menjadi anggota pergerakan pemuda. Selain itu, PKI juga memiliki kontrol penuh akan pergerakan buruh, menambahkan 3,5 juta orang lagi dibawah pengaruhnya. Hal tersebut belum berhenti, karena masih ada 9 juta anggota dari pergerakan petani, serta beberapa gerakan lain seperti pergerakan wanita, organisasi penulis, dan pergerakan sarjana yang membuat total anggota PKI mencapai angka 20 juta anggota termasuk pendukung-pendukungnya.

Yang membuat masyarakat mencurigai bahwa PKI adalah dalang dibalik terjadinya gerakan 30 September dimulai dengan kejadian di bulan Juli 1959, dimana pada saat itu parlemen dibubarkan, dan Soekarno menetapkan bahwa konstitusi ada di bawah dekrit presiden, dengan PKI berdiri di belakang, memberikan dukungan penuh. PKI juga menyambut gembira sistem baru yang diperkenalkan oleh Soekarno, yaitu Demokrasi Terpimpin yang menurut PKI mampu menciptakan persekutuan konsepsi NASAKOM (Nasionalis, Agama, dan Komunis). Pada masa demokrasi terpimpin ini sayangnya kolaborasi pemimpin PKI dengan kaum-kaum borju yang ada di Indonesia gagal menekan pergerakan independen dari buruh dan petani, menyebabkan banyak masalah yang tidak terselesaikan di bidang politik dan ekonomi.

Peristiwa G30S/PKI baru dimulai pada tanggal 1 Oktober pagi, dimana kelompok pasukan bergerak dari Lapangan Udara Halim Perdana kusuma menuju daerah selatan Jakarta untuk menculik 7 jendral yang semuanya merupakan anggota dari staf tentara. Tiga dari seluruh korban yang direncanakan, mereka bunuh di rumah mereka yaitu Ahmad Yani, M.T. Haryono, dan D.I. Panjaitan. Ketiga target lain yaitu Soeprapto, S. Parman, dan Sutoyo ditangkap hidup-hidup, sementara target utama mereka, Jendral Abdul Harris Nasution berhasil kabur setelah melompati dinding yang berbatasan dengan taman di kedutaan besar Iraq. Meski begitu, Pierre Tendean yang menjadi ajudan pribadinya ditangkap, dan anak gadisnya yang berusia lima tahun, Ade Irma Suryani Nasution, tertembak oleh regu sergap dan tewas pada 6 Oktober. Korban tewas bertambah ketika regu penculik menembak dan membunuh seorang polisi yang menjadi penjaga rumah tetangga Nasution, Karel Satsuit Tubun. Korban tewas terakhir adalah Albert Naiborhu, keponakan dari Pandjaitan, yang tewas saat menyerang rumah jendral tersebut. Mayat dan jenderal yang masih hidup kemudian dibawa ke Lubang Buaya, dan semua dibunuh serta mayatnya dibuang di sumur dekat markas tersebut.

Ketika matahari mulai terbit, sekitar 2.000 pasukan diturunkan untuk menduduki tempat yang sekarang dikenal sebagai Lapangan Merdeka, sebuah taman yang ada di Monas. Meski begitu, mereka tidak berhasil menundukkan bagian timur dari area ini, karena pada saat itu merupakan daerah markas KOSTRAD yang dipimpin oleh Soeharto. Pada jam 7 pagi, RRI menyiarkan pesan yang berasal dari Untung Syamsuri, komandan Cakrabiwa, regimen penjaga Presiden, bahwa gerakan 30 September telah berhasil mengambil alih beberapa lokasi strategis di Jakarta dengan bantuan anggota militer lainnya. Mereka berkeras bahwa gerakan ini didukung oleh Central Intelligence of America (CIA) yang bertujuan untuk menurunkan Soekarno dari posisinya.

Yang menuliskan tinta kegagalan dalam sejarah peristiwa G30S/PKI kemungkinan besar adalah karena mereka melewatkan Soeharto yang mereka kira diam dan bukan tokoh politik pada masa itu. Soeharto diberitahu oleh tetangganya tentang hilangnya para jendral dan penembakan yang terjadi pada pukul 5:30 pagi, dan karena ini ia segera bergerak ke markas KOSTRAD dan berusaha menghubungi anggota angkatan laut dan polisi, namun tidak berhasil melakukan kontak dengan angkatan udara. Ia kemudian mengambil alih komando angkatan darat. Kudeta ini juga gagal karena perencanaan yang amat tidak matang dan menyebabkan para tentara yang ada di Lapangan Merdeka menjadi kehausan dibawah impresi bahwa mereka melindungi presiden di Istana. Soeharto juga berhasil membujuk kedua batalion pasukan kudeta untuk menyerah dimulai dari pasukan Brawijaya yang masuk ke area markas KOSTRAD dan kemudian pasukan Diponegoro yang kabur kembali ke Halim.

G30S/PKI baru berakhir ketika pada pukul 7 malam, pasukan yang dipimpin oleh Soeharto berhasil mengambil kembali kontrol atas semua fasilitas yang sebelumnya direbut oleh Gerakan 30 September. Ketika sudah berkumpul bersama Nasution, pada pukul 9 malam Soeharto mengumumkan bahwa ia sekarang mengambil alih tentara dan akan berusaha menghancurkan pasukan kontra-revolusioner dan menyelamatkan Soekarno. Ia kemudian melayangkan ultimatum lagi yang kali ini ditujukan kepada pasukan yang berada di Halim. Tidak berapa lama, Soekarno meninggalkan Halim dan tiba di istana presiden lainnya yang berada di Bogor. Untuk jasad ke-7 orang yang terbunuh dan dibuang di Lubang Buaya sendiri baru ditemukan pada tanggal 3 Oktober, dan dikuburkan secara layak pada tanggal 5 Oktober.

Filed under: BAHAN BACAAN, sejarah, ,

Menikah itu ….

image

Menikah merupakan dambaan setiap insan manusia. Menikah juga tak hanya sarana menyalurkan cinta dan nafsu belaka tanpa menuai pahala dari Allah Ta’ala. Menjadi keluarga yang bahagia, penuh dengan rasa cinta dalam rumah tangga merupakan impian dan idaman. Sungguh indah bersanding dengan seorang yang didambakan. Maka tak heran jika ada yang memasang berlembar-lembar kriteria diajukan demi mendapatkan pasangan yang diimpikan.

Mematok seabrek kriteria bukanlah hal yang salah, karena setiap orang mengidamkan pasangan terbaik sebagai pasangan hidupnya demi kebahagiaan rumah tangga kelak. Namun, ingatlah bahwa kriteria-kriteria itu bukanlah harga mutlak. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia. Layaknya matahari dan bulan, mereka sama-sama memiliki fungsi sendiri-sendiri. Bulan datang ketika malam tiba memberikan penerangan dalam kegelapan malam. Pun dengan matahari yang datang memberikan cahaya terbaiknya untuk menghangatkan bumi pertiwi.

Termotivasi dan berkeinginan menikah sampai mencapai level tertentu merupakan anugerah yang indah dari Allah Ta’ala. Dengan menyadari bahwa laki-laki dan perempuan merupakan kekuasaan-Nya, Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum: 21).

Menikah adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita berusaha untuk selalu mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى

“Barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia bukanlah termasuk umatku.” (HR. Bukhari no.5063 dan Muslim no.1401).

Berharap pahala dari kehidupan rumah tangga, mendapat keturunan yang shalih dan shalihah. Menjadi taman untuk mendirikan syari’at agama pertama bagi anak-anaknya.

Janganlah keinginan menikah yang telah menghujam dalam hati sirna karena terlalu tingginya patokan kriteria yang diajukan. Jikalau ternyata tidak ditemukan yang sama dengan kriteria yang diinginkan, maka tidak boleh merugikan dirinya dengan menunda-nunda pernikahan demi menunggu dan mendapatkan yang sama persis dengan keinginannya. Sehingga ia tidak sadar dangan kondisinya sendiri yang telah berada pada ambang waktu untuk harus menikah. Sungguh hal yang sangat merugikan jika standar yang diinginkan tertalu tinggi malah menjadi duri bagi dirinya sendiri maupun orang-orang disekitarnya.

“Apabila engkau mendamba seorang yang berbudi tanpa cela, mungkinkah kiranya gaharu menebarkan wanginya tanpa asap?” (Majma’ Al-Hikam wal Amtsal fi Asy-Syi’r Al-‘Arabi).

Kalimat di atas telah menyadarkan dan mengajari kita, bahwa tidak mungkin seseorang akan mendapatkan pasangan yang sempurna tanpa cela. Oleh karenanya, buat apa menunda pernikahan karena terhalang sebuah kriteria selangit yang belum sesuai keinginan?

Filed under: BAHAN BACAAN

“KECANTIKAN WANITA : ANTARA ANUGERAH DAN FITNAH”

KECANTIKAN seorang wanita itu sejatinya adalah ANUGERAH.

Tapi jika seorang wanita tak pandai menjaganya.
Maka KECANTIKAN itu bisa menjadi fitnah.

KECANTIKAN seorang wanita adalah UJIAN.
Sebuah AMANAH yang sangat teramat berat untuk tetap dijaga.

Ketika kecantikan itu hanya menjadikan kita sebagai makhluk yang angkuh.
Ketika kecantikan itu hanya menjadikan kita sebagai makhluk yang sombong.
Ketika kecantikan itu hanya menjadikan kita terperosok ke ladang dosa
Ketika kecantikan itu hanya menjadikan kita ingin selalu disanjung dan dipuja.
Ketika kecantikan itu tak di hijabi dan dibiarkan terbuka.
Agar yang melihatnya mudah kagum dan tergoda.

Sungguh…

KECANTIKAN itu hanya akan berubah menjadi bencana.
KECANTIKAN itu hanya akan menjadi fitnah belaka.

Ya Allah..
Berilah petunjuk kepada kami sebagai kaum wanita.
Bimbinglah kami agar selalu menjaga aurat.
Bimbinglah kami agar menjadi Muslimah yang taat.
Pertemukanlah kami dengan jodoh yang mampu memberi nasehat.
Agar kami termasuk golongan orang-orang yang mendapat Ridha-Mu.

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Filed under: BAHAN BACAAN,

Renungan Sahur Day 1 : Muslim wajib Bersedekah

Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?”

Nabi s.a.w. menjawab, “Bekerja dengan keterampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu Bersedekah.”

Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?”

Nabi menjawab: “Menolong orang yang memerlukankan yang sedang teraniaya”

Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?”

Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.”

Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?”

Nabi s.a.w. menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah.”

(Hadis Riwayat: Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Filed under: Asal Bicara, BAHAN BACAAN, Breaking news, Buku Harian

KESABARAN

Seorang anak mengeluh pada ayahnya, “Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dgn enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja!

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu.

Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung.

Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek ayah, aku capek menahan diri…Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah! ..” sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, ”Anakku, ayo ikut ayah”.

Mereka menyusuri jalan yg jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.

”Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah,” anaknya terus mengeluh.

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yg sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yg cantik, dan pepohonan rindang.

“Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!”

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah”.

”Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi pdhl amat indah?”

”Itu krn org tdk mau mnyusuri jalan yg jelek, pdhal mreka tau ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.

”Anakku, butuh kesabaran dlm belajar, butuh kesabaran dlm bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.”

Hidup adalah perjuangan utk mengendalikan dan mengalahkan diri. Jalani hidup penuh kesabaran.

Tuhan sedang menghitung apa yang kita perbuat setiap saat.

Filed under: Asal Bicara, BAHAN BACAAN, Buku Harian, Cerita Ku, Ceritaku, Kata Mereka

KUPAS HABIS KOPI LUWAK

PENGERTIAN KOPI LUWAK
kopi luwak yaitu buah kopi matang pohon yang dimakan oleh luwak (sejenis musang), kemudian dikeluarkan sebagai kotoran luwak tetapi biji-biji kopi tersebut tidak tercerna sehingga bentuknya masih dalam bentuk biji kopi. Jadi di dalam perut musang biji kopi mengalami proses fermentasi dan dikeluarkan lagi dalam bentuk biji bersama dengan kotoran Luwak. Selanjutnya biji kopi luwak dibersihkan dan diproses seperti kopi biasa.

Kopi luwak merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kopi, di samping komoditas kopi biasa seperti kopi reguler Arabika (Java coffee) dan kopi reguler Robusta. yang membedakan kopi luwak dengan biji kopi biasa adalah dimakan oleh Luwak (sejenis musang) dan di keluarkan dalam bentuk biji kopi, Sehingga aromanya lebih harum serta ada rasa pahit dan getir asam yang lebih khas dan special.

Kopi luwak merupakan jenis biji kopi yang termahal di dunia, sehingga sampai masuk ke Guiness Book of Records. 4 tahun belakangan ini harga kopi luwak di pasar internasional semakin meningkat, bahkan mencapai US$ 500/kg bentuk biji kering (kadar air 11,5%). Bandingkan dengan harga kopi biasa kualitas nomor 1 yang hanya US$ 4,5/kg.

Kemasyhuran kopi luwak telah terkenal sampai kemancanegara, bahkan di Luar Negeri, terdapat kafe yang menjual kopi luwak (Civet Coffee) dengan harga yang mahal. sejak dahulu, sewaktu penjajahan Belanda kopi luwak sudah menempati posisi pasar paling atas, baik dilihat dari sisi rasa maupun harga. Hanya saja, karena dulu kualitas produk belum terjaga secara kontinyu, harganya meskipun berada di posisi tertinggi tidak bisa dikerek lebih tinggi lagi. Penyebab utamanya, kopi luwak 100% masih tergantung pada alam.

BINATANG LUWAK (Paradoxurus hermaphrodirus)

Binatang Luwak (Paradoxurus hermaphrodirus) yang biasa juga di sebut musang adalah jenis binatang pemakan buah-buahan termasuk buah kopi, biasanya biji kopi dari buah kopi yang terbaik dan sudah matang (warna merah). Luwak sangat menyukai bau harum kopi dan memilih buah kopi yang paling bagus, sehingga buah kopi yang kurang matang dan kotor, tidak akan dimakan oleh luwak. Binatang Luwak saat ini semakin punah, hal ini disebabkan adanya perburuan. Di masyarakat dagingnya dipercaya dapat mengobati penyakit Asma.
ada 2 (dua) jenis Luwak unggulan yang sering ditangkarkan untuk produksi kopi luwak yaitu Musang Tilu dan Musang Molen dengan ciri-ciri :

• Musang/Luwak (Tilu) atau Musang BULAN Berbulu Hitam di pipi dan ujung buntutnya berbulu putih (Genetis Harimau).

• Musang/luwak (Molen) atau Musang BINTURUNG Berbulu Hitam Polos tanpa ada bulu putih dimuka/pipinya dan tanpa ada bulu putih diujung buntutnya, kepala kecil tidak sebanding dengan tubuhnya yang besar mencapai ukuran 30kg, adapun bulu putih hanya menyerupai uban pada manusia (Genetis Beruang).

Pada prinsipnya sama saja dengan kualitas produk dari Musang/Luwak lain. pada umumnya hanya keunggulan kedua jenis Musang/Luwak tersebut terletak pada segi kuantitas karena kedua jenis Musang/Luwak ini lebih sering makan.

Musang/Luwak tergolong binatang buas Pemakan Daging (Karnivora) dan bersifat pemakan sesama (Kanibalisme). Musang sering menjadi masalah bagi petani kopi karena sifatnya selain pemakan buah-buahan dan biji-bijian juga termasuk buah kopi juga cenderung merusak lahan perkebunan kopi para petani dan mencuri hasil panen kopi mereka dikebun, bukan hanya petani kopi yang sangat dirugikan, para peternak unggas maupun pemilik ternak unggas rumahan merasa Musang/ Luwak menjadi hama yang besar bagi mereka karena sifat-sifat alami binatang tersebut tergolong binatang buas Pemakan daging yang selalu mencuri dan memakan unggas-unggas mereka sehingga tidak sedikit dari petani dan peternak unggas yang memburu mati Musang /Luwak.

Tetapi ternyata ada rahasia dibalik Musang/Luwak karena proses Fermentasi di dalam perut Musang/ Luwak yang sangat terkenal di seluruh dunia menciptakan cita rasa Eksotik kopi yaitu Kopi Luwak (CIVET COFFEE). Terlebih lagi kelebihan lain Musang/Luwak yaitu rahasia dibalik zat enzim-enzim didalam sistem pencernaan di dalam perutnya, zat fermentasi yang ada di didalam sistem pencernaan Musang / Luwak sinyalir mampu mengurangi kadar kafein kopi sehingga dapat menciptakan kenikmatan pada kopi dan aroma kopi yang sangat harum atau kata lain Kopi tersebut menjadi murni.

KEASLIAN KOPI LUWAK

Keaslian kopi luwak bukan hanya ditentukan pada harganya yang melambung tinggi diatas level harga kopi pada umumnya tetapi dari perjalanan kopi itu sendiri yang diawali dari mulai tanam kopi oleh petani sampai proses penyajian, keseluruhan proses ini memakan waktu yang sangat panjang dan pengawasan yang ketat. Dari awal panen, proses pencernanan oleh Musang/Luwak, pengeringan/Kadar Air (%), pembersihan/pencucian, Penggorengan/sangrai, pembubukan dan Penyajian sangat menentukan kualitas kopi luwak tersebut, tetapi terpenting adalah proses pencernaan oleh luwak yang merupakan titik kunci dari cita rasa kopi luwak dan aroma kopi luwak.

DAERAH PRODUKSI KOPI LUWAK

Produksi kopi luwak di indonesia sudah banyak dikembangkan terutama daerah-daerah pegunungan yang berkebun kopi. Lampung Barat merupakan daerah yang sangat subur dengan letak geografis yang sebagian besar daerah pegunungan, dengan ketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut dan berbatasan langsung dengan taman nasional bukit barisan selatan. mayoritas masyarakat didaerah ini berkebun kopi dan sayur mayur dan komoditi lainnya seperti damar, dan padi. dikarenakan sebagian besar wilayah Lampung Barat masih terdapat hutan belantara dan tingkat kesuburan tanah yang baik sehingga Lampung Barat tidak pernah putus panen kopi sepanjang tahun hal tersebut didukung juga pertanian system stek/sambung sehingga masa panen tidak berbarengan. Jenis kopi yang ditanam petani di indonesia dan khususnya Lampung Barat yaitu jenis kopi ROBUSTA (dominan), ARABIKA dan ROBINSON jenis-jenis kopi inilah yang dibudidayakan untuk produksi kopi luwak. Karena berdekatan langsung dengan habitat asli binatang luwak/musang sehingga luwak yang ditangkarkan adalah luwak/musang asli yang ada di daerah tersebut.

Sumber: Kupas HABIS KOPI LUWAK

Filed under: All about Kopi Luwak, BAHAN BACAAN, Breaking news, sekilas info

More Info Chat with Me

Gateway Pulsa Elektrik via YM

Mau Dapet Uang Dari Twitter

SponsoredTweets referral badge

Arsip Ceps Ibo

Kategori

http://iwanfalsmania.blogspot.com
My Popularity (by popuri.us)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 355 other followers

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

My twitter

  • Bilih aya tutur saur nu teu kaukur, reka basa nu pasalia, laku lampah nu teu merenah, wilujeng boboran shiam neda... fb.me/8mflBDuGACeps Ibo 23 hours ago
  • Untuk semua Komunitas Sunda WILUJENG MAPAG SYAWAL NYUHUN KEUN DI HAPUNTEN LAHIR SINARENG BATIN ...Ceps Ibo 1 day ago
  • Untuk semua Komunitas Kicau Mania sy dan Team PBO BATUJAJAR, CISAAT, KUTAWARINGIN, CILILIN, CIWIDEY mengucapkan :... fb.me/1S6cUpkYiCeps Ibo 1 day ago
  • Untuk semua Komunitas Musang dan Reptile : Mohon maaf lahir dan BatinCeps Ibo 1 day ago
  • *Alhamdulillah nuansa lebaran* sudah merebak kemana2,, banyak yg saling maaf memaafkan ,,..tadi saya ke ATM,, ATM... fb.me/7S8EDeDhdCeps Ibo 1 day ago

Gudang Foto

More Photos
Free Website Hosting
MoneyBux - Trusted PTC site
%d bloggers like this: