Ceps ibo Blog

Selamat Datang Bro…

Rofous Wingged Buzzard (Elang Sayap Coklat)

image

Nama Latin : Butastur liventer (Temminck, 1827)
Nama Inggris : Rufous-winged Buzzard

Deskripsi:
Berukuran sedang (40 cm). Sayap dan ekor coklat berangan, tubuh bagian bawah berwarna pucat, kepala dan tengkuk abu-abu kecoklatan; tubuh bagian atas coklat, berbercak, dan bercoret hitam. Dagu, tenggorokan, dan dada abu-abu; perut dan tungging putih. Sayap panjang dan agak runcing. Ekor panjang, ramping, dan berpotongan lurus.
Iris kuning, paruh kuning dengan ujung hitam, sera dan kaki kuning.

Suara :
Lebih banyak diam. Pada masa berbiak biasanya bersuara “piit-piu” berulang-ulang, lengking mengeong yang panjang dengan nada pertama lebih tinggi.

Penyebaran global :
Cina, Asia Tenggara, Sulawesi, dan Jawa.

Penyebaran :
Penetap yang jarang di Jawa, biasanya di hutan dataran rendah dengan ketinggian dibawah 800 m.

Kebiasaan :
Menghuni hutan kering yang terbuka di pinggir sungai atau rawa. Biasanya berburu dari tenggeran cabang pohon dekat perairan terbuka atau lahan pertanian terbuka. Berburu dari tempat bertengger yang terbuka, terbang dalam jarak dekat untuk menangkap mangsa. Soaring secara reguler.

Makanan:
Mamalia kecil, kadal, katak, kepiting, dan serangga

Perkembangbiakan:
Mulai mengerami telur Februari-April di Jawa, Juni-Juli di Sulawesi. Sarang berukuran besar dan kokoh di pohon yang berukuran besar dan biasanya menonjol. Telur 2-3 butir.

Filed under: FALCONRY

Elang Bondol atau Brahminy Kite (Haliastur indus)

Latar Belakang

Apabila dilihat dari penyebarannya, Elang Bondol bukan burung asli DKI Jakarta, akan tetapi keberadaannya di Jakarta tetap dipertahankan. Elang Bondol dikatagorikan mempunyai tipe penyebaran kosnuopolit, yaitu penyebarannya sangat luas pada beberapa daerah penyebaran regional, yakni meliputi seluruh daerah Nusantara. Pemanfaatan secara langsung Elang Bondol bagi manusia belum banyak ter ungkap. Namun dari segi bioekonomis, Elang Bondol rnerupakan salah satu mata rantai bagi keseimbangan ekosistem kota Jakarta. Burung Elang Bondol selain penerbang dan penjelajah yang ulung juga gigih, ulet dan pantang me nyerah dalam memburu mangsa untuk kelangsungan hidup dan kelestarian jenis. Sifat ini melambangkan bahwa warga Jakarta sangat gigih, ulet dan cekat­an di dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan di dalam mem bangun kota Jakarta pada khususnva maupun Indonesia umumnya serta selalu dinamis, tangkas dan cepat dalam bertindak. Selain itu, bentuk dan warna tubuhnya sangat artistik clan menarik.

Pada dasarnya keluarga Accipitridat, dapat dikelompokan ke dalam beberapa jenis menurut bentuk dan perilakunya seperti kelompok “Kites”, “goshowks”, “Short toed Eagle” dan “Horries”. Adapun elang bondol dapat dimasukkan ke dalam kelompok “Eagle”. Kelompok ” Eagle ” mempunyai ciri-ciri tubuh berukuran relatif besar yaitu sekitar 43- 50 cm panjangnya, mempunyai sikap yang gagah, sayap panjang clan lebar, kaki kuat, jari kaki dilengkapi cakar. Bentuk tubuh Elang Bondol sangat mudah dikenali yakni seperti burung Rajawali. Warna tubuhnya coklat kemerahan, kecuali bagian kepala dan lehemya berwarna putih.

 

Habitat & Penyebaran

Daerah pantai, sawah, daerah aliran air dan daerah berpaya. Penyebararmya meliputi India, Ceylon, Asia Tropis dan Cina Selatan sampai ke bagian Utara Australia.

 

Makanan

Elang Bondol bersifat karnivora (pemakan daging) yakni memangsa mamalia kecil, ikan, katak, ketam, ular, kadal clan sebagainya.

 

Perkembangbiakan

Sarang dibangun pada pohon yang tinggi atau kadang-kadang pada suatu bangunan. Sarangnya terbuat dari ranting-ranting kering clan daun-daun hijau, kertas clan tulang. Telumya berjumlah 1- 4 buah. Telurnya dierami oleh burung betina yang disuapi oleh si jantan pasangannya. Masa pengeraman sekitar 26 – 27 hari. Anak burung meninggalkan sarang setelah 50 – 55 hari.

Filed under: FALCONRY, Raptor

Peregrine Falcon atau Alap-alap kawah (Falco peregrinus)

Alap-alap kawah (Falco peregrinus) atauPeregrine Falcon adalah salah satu spesies alap-alap berukuran besar, dengan panjang tubuh sekitar 34-58 cm (13-23 in) dan lebar sayap sekitar 80 sampai 120 cm (31-47 in). Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kelabu dan biru, berparuh kuning besar dengan ujung hitam lancip dan berekor pendek. Dada dan perut berwarna putih dengan garis-garis hitam. Burung betina serupa, tapi biasanya berukuran dan mempunyai paruh lebih besar dari burung jantan.

Mangsa utama alap-alap kawah adalah aneka burung berukuran sedang, seperti merpati dan kerabatnya, nuri, jalak dan ayam. Burung-burung ini diburu biasanya pada waktu sedang terbang. Alap-alap ini juga memangsa hewan-hewan lain, seperti kelinci, kelelawar, serangga, kadal dan ikan.

Alap-alap kawah diketahui sebagai salah satu makhluk tercepat di dunia dan merupakan binatang tercepat di dunia dengan kecepatannya dapat mencapai 320 km/jam pada waktu terbang mengejar mangsanya.

Sekitar sembilan belas subspesies dikenali dengan daerah yang tersebar hampir di seluruh belahan bumi, dengan perkecualian di Antartika. Hampir semua subspesies di belahan bumi utara bermigrasi pada musim dingin ke daerah yang lebih hangat. Termasuk Falco peregrinus calidus dari Asia utara yang bermigrasi ke wilayah-wilayah pesisir dan dataran rendah kepulauan Sunda Besar.

Ras penetap (non-migran) alap-alap kawah F.p. ernesti, dijumpai di pegunungan-pegunungan di Sumatera utara dan barat, Kalimantan utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Ambon, Ternate, Papua dan beberapa pulau di sekitarnya. Ras ini berwarna lebih gelap di dada dan jarang ditemukan.

Mangsa Peregrine Falcon bervariasi, seperti kelelawar pada malam hari, tikus, tupai, kelinci bahkan reptil.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Alap-alap_kawah

 

Filed under: FALCONRY, Raptor

Elang alap jambul (Crested Goshawk)

Nama Latin : Accipiter trivirgatus
Nama Inggris : Crested Goshawk

Penyebaran Lokal :
Tidak jarang ditemukan di hutan dataran rendah Sumatera (termasuk Nias) dan Kalimantan (termasuk Kep. Natuna) sampai ketinggian 1000 m. Di Jawa dan Bali dulu tersebar luas di hutan dataran rendah dan perbukitan, tetapi sekarang langka

Makanan:
Kadal dan burung

Filed under: FALCONRY, Raptor

Elang Jawa / Javan Hawk Eagle(Spizaetus bartelsi)

Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).

Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Falconiformes
Famili: Accipitridae
Genus: Spizaetus
Spesies: S. bartelsi

Filed under: FALCONRY, Raptor

Elang Bondol (Brahminy Kite)

Elang Bondol atau Brahminy Kite (Haliastur indus), juga dikenal sebagai the red-backed sea-eagle yaitu Burung Elang Laut yang bagian belakangnya berwarna merah dan kepala sampai leher berwarna putih, merupakan sejenis burung buas atau burung pemangsa yang berukuran sedang dari famili Accipitridae. Elang Bondol ini juga sering terlihat di langit India, Pakistan, Banglades, dan asia tenggara dan juga bagian selatan new south wales, Australia, melalui daerah yang mana merupakan daerah penyebaran Elang bondol.

Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Falconiformes (or Accipitriformes, q.v.)
Family: Accipitridae
Genus: Haliastur
Species: H. indus

Filed under: FALCONRY, Raptor

Elang Ular Bido (Crested Serpent Eagle)

Elang ini berwarna hitam dengan garis putih di ujung belakang sayap, terlihat disaat terbang seperti garis yang tebal. Sayap menekuk ke atas (seperti Elang Jawa) dan kedepan, membentuk huruf C yang terlihat membusur. Ciri khas lainnya adalah kulit kuning tanpa bulu di sekitar mata hingga paruh.

Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Accipitriformes
Family: Accipitridae
Genus: Spilornis
Species: S. cheela

Filed under: FALCONRY, Raptor

Istilah Dunia Falconry dan Jenis Elang

  • BOP : Bird of Prey atau biasa disebut burung pemangsa
  • FTF : fly to fist ( Burung datang ke tangan kita ketika di panggil )
  • Manning : proses pejinakan sebelum burung siap untuk dilatih.
  • FOF : Feed On the Fist, memberi makan diatas tangan
  • Mews : tempat / ruangan tertutup khusus untuk menaruh elang
  • Glove : sarung tangan khusus utuk menghandle BOP agar terhindar dari kuku tajam nya.
  • Batting : burung menjauh / terbang / loncat ketika didekati
  • Anklet : pengikat kaki BOP, terbuat dari kulit
  • Jess : tali pendek terbuat dari kulit yang terhubung dengan Anklet
  • Imprint : perawatan burung dari piyik, kalau salah BOP bisa kehilangan jati diri
  • Pearch : tempat tangkringan BOP
  • Hood : penutup kepala BOP, untuk menghindari BOP stress dlm perjalanan
  • Baggies : umpan hidup
  • Tidbits : potongan daging kecil2 untuk melatih
  • Creance : tali panjang yg diikatkan ke BOP, untuk mengindari hilang.
  • Lure : daging kaki kelinci atau sayap burung yang diikat dengan tali, untuk manggil BOP
  • Weathering : burung diatas perch, tanpa hood dan dijemur untuk menikmati cuaca, sekalian di tempat yg ramai selama 1 atau 2 jam, agar burung tidak takut akan kehadiran manusia.
  • Brancher : Elang muda berbulu lengkap tetapi belum mampu terbang.
  • Juvenille : elang muda yang sudah dapat berburu sendiri di alam.
  • Mature : elang sudah tua, dan biasanya sudah susah untuk dilatih.
  • Eyass : elang yang telah dibawa dari sarang
  • Footing : elang menyerang menggunakan kuku kaki nya.
  • Sticky : elang mencengkram sangat keras pada glove.
  • swivel: besi bulat yang dapat berputar, digunakan untuk menyatukan jesse menjadi satu
  • leash: tali kulit setelah swivel..berfungsi untuk mengikatkan burung pada saat d perch
  • JTTF : Jump To The Fist

Jenis Elang:

  1. CSE/Crested Serpent Eagle/bido
  2. Brahminy kite/BK/bondol
  3. White Beliied Sea Eagle/WBSE/Elang laut perut putih
  4. Black Wing Kite/BWK/Alap-alap tikus
  5. Changeable Hawk Eagle/CHE/elang brontok (ada 3 jenis LM,PM,DM)
  6. Javanicus Hawk Eagle/spizaetus Bartelsi/JHE/elang jawa
  7. CRested Goshawk/CG
  8. OHB/Oriental Honey Buzzard/sikepmadu asia
  9. Black shoulder Kite/BSK
  10. peregrine falcon/pere
  11. falcon molucennsis/mollucan kestrel/kestrel
  12. japanese sparrowhawk
  13. Ruffous Bellied Eagle/elang perut karet
  14. BE/Blyth Eagle/elang perut karet

sumber: indonesianfalconry.org

Filed under: FALCONRY

Elang Brontok

Fase terang:
tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah putih bercoret-coret coklat kehitaman memanjang. Strip mata dan kumis kehitaman. Burung muda : Tubuh bagian atas coklat keabu-abuan, kepala dan tubuh bagian bawah keputih-putihan.

Fase gelap:
seluruh tubuh coklat gelap dengan garis hitam pada ujung ekor, terlihat kontras dengan bagian ekor lain yang coklat dan lebih terang. Atau warna tubuh hitam secara keseluruhan.

Fase peralihan:
Bentuk peralihan diantara kedua fase gelap dan terang,terutama terlihat pada pola warna coretan dan garis (tetapi lebih mirip fase terang); garis hitam pada ekor dan sayap tidak teratur serta garis-garis coklat kemerahan melintang pada perut bagian bawah. Iris kuning sampai cokelat, paruh kehitaman, sera kuning kehitaman, kaki kuning kehijauan.

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Order : Accipitriformes
Family : Accipitridae
Genus : Spizaetus
Species : Spizaetus cirrhatus

Filed under: FALCONRY, HEWAN PELIHARAAN, Raptor

Mitos Burung Hantu Burung

Burung hantu memang burung raja mitos. Selain mempunyai nama yang seram, muka yang mengerikan, aktifitasnya pun dilakukan di malam hari. Karenanya berbagai mitos dan kepercayaan mistis sering disandangkan pada burung hantu ini.

Tidak hanya di Indonesia, di luar negeri pun berbagai mitos mistik selalu menyertai keberadaan burung hantu. Rata-rata mitos tersebut berbau hal-hal menakutkan dan menyeramkan. Meskipun di beberapa negara justru mempunyai mitos yang sebaliknya, sebagai penolong dan sumber kebijaksanaan.

Ciri-ciri Burung Hantu. Kesemua jenis burung hantu mempunyai ciri khas yang hampir sama. Burung ini termasuk binatang nokturnal (aktif di malam hari), bisa terbang tanpa suara. Mata burung hantu menghadap ke depan seperti mata manusia dengan bola mata besar yang selalu melotot, serta kepalanya bisa berputar hingga 180 derajat, bahkan ada yang hingga 230 derajat.

Rata-rata burung hantu memiliki bulu lurik berwarna kecoklatan atau abu-abu dengan bercak hitam dan putih. Ekornya pendek, tetapi sayapnya justru sangat lebar. Rentang sayap burung hantu mampu mencapai tiga kali panjang tubuhnya.

Burung hantu merupakan binatang karnivora dan pemburu yang handal. Paruh yang tajam dan kuat, kaki dan kuku tajam yang cekatan mencengkeram, kemampuannya berdiam mengintai ditunjang dengan kepala yang mampu berbutar 230 derajat, Matanya yang meghadap ke depan mampu mengukur jarak dengan tepat, ditambah dengan kemampuannya terbang dengan tanpa mengeluarkan suara. Bahkan beberapa spesies burung hantu selain mempunyai pendengaran yang baik juga mempunyai bulu-bulu di wajah yang ikut mengarahkan suara sehingga mampu mendeteksi keberadaan mangsa hanya dengan menggunakan suara.

Kekomplitan indera dan kemampuan Sang Raja mitos ini membuat berbagai binatang burunannya seperti serangga, katak, tikus dan binatang kecil lainnya sering tidak berkutik.

Mitos Burung Hantu. Kemampuan terbang di malam hari yang gelap tanpa suara yang dimiliki burung ini konon yang menyebabkan burung ini di Indonesia dinamakan burung hantu. Ditambah dengan rentang sayapnya yang sangat lebar. Pun dengan bentuk muka, mata, dan bulunya ketika burung ini bertengger di dahan pohon tak jarang langsung membuat bulu kuduk berdiri layaknya melihat penampakan hantu. Mengerikan, meski sebagian orang justru menganggapnya imut dan menggemaskan.

Burung hantu sebagai pemberi tanda (firasat) buruk termasuk kematian. Bahkan banyak yang beranggapan burung hantu merupakan penjelmaan hantu atau binatang peliharaan hantu. Mitos ini semakin mengukuhkan nama burung ini sebagai burung hantu.

Dari penampakan burung hantu baik ketika terbang maupun ketika bertengger inilah lahir berbagai mitos di seluruh belahan dunia terkait burung hantu. Tidak terkecuali di Indonesia. Beberapa mitos yang sering saya dengar berkaitan burung hantu di antaranya adalah:

  • Pertanda ada hantu. Saat terdengar suara burung hantu banyak yang percaya bahwa sedang muncul penampakan hantu.
  • Suara burung hantu sedang memanggil roh. Menurut mitos ini jika ada orang yang menirukan suara burung hantu dan sang burung tidak segera menyahut berarti si orang tersebut akan segera meninggal.
  • Pertanda ada orang hamil. Jika suara burung hantu terdengar, menurut mitos ini berarti di sekitar tempat itu tengah ada wanita yang mengandung (hamil).
  • Mimpi bertemu burung hantu mempunyai mitos akan kehilanggan barang dengan paksa (dirampok).

Di mancanegara mitos tentang burung hantu juga banyak berkembang seperti sebagai perlambang kematian dan kesialan. Namun tidak semua mitos burung hantu bernuansa mengerikan. Oleh bangsa Indian, burung hantu dianggap sebagai penolong dan perlambang kebijaksanaan. Pada masa Yunani, burung ini diyakini sebagai pelindung pasukan yang bertempur. Pun di Inggris, burung dari ordo Strigiformes ini dipercaya membawa keberuntungan.

Terlepas dari berbagai mitos, keberadaan burung hantu di alam bebas semakin langka di Indonesia. Langkanya burung hantu di Indonesia selain karena kerusakan lingkungan juga diakibatkan oleh perburuan untuk diperdagangkan sebagai binatang peliharaan. Celepuk Siau (Otus siaoensis) merupakan salah satu dari 18 burung paling langka di Indonesia. Pun Celepuk Flores (Otus alfredi), Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea), dan Celepuk Biak (Otus beccarii) yang dicap berstatus endangered (Terancam Punah) oleh IUCN Redlist.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Strigiformes. Famili: Strigidae.

Referensi:

 

 

Filed under: FALCONRY, HEWAN PELIHARAAN

More Info Chat with Me

Gateway Pulsa Elektrik via YM

Mau Dapet Uang Dari Twitter

SponsoredTweets referral badge

Arsip Ceps Ibo

Kategori

http://iwanfalsmania.blogspot.com
My Popularity (by popuri.us)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 355 other followers

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

My twitter

  • Bilih aya tutur saur nu teu kaukur, reka basa nu pasalia, laku lampah nu teu merenah, wilujeng boboran shiam neda... fb.me/8mflBDuGACeps Ibo 23 hours ago
  • Untuk semua Komunitas Sunda WILUJENG MAPAG SYAWAL NYUHUN KEUN DI HAPUNTEN LAHIR SINARENG BATIN ...Ceps Ibo 1 day ago
  • Untuk semua Komunitas Kicau Mania sy dan Team PBO BATUJAJAR, CISAAT, KUTAWARINGIN, CILILIN, CIWIDEY mengucapkan :... fb.me/1S6cUpkYiCeps Ibo 1 day ago
  • Untuk semua Komunitas Musang dan Reptile : Mohon maaf lahir dan BatinCeps Ibo 1 day ago
  • *Alhamdulillah nuansa lebaran* sudah merebak kemana2,, banyak yg saling maaf memaafkan ,,..tadi saya ke ATM,, ATM... fb.me/7S8EDeDhdCeps Ibo 1 day ago

Gudang Foto

More Photos
Free Website Hosting
MoneyBux - Trusted PTC site
%d bloggers like this: